BPOPP SMA Dipangkas Empat Bulan Akibat Covid-19

  • Bagikan
TERPANGKAS:  Cabang Dinas Pendidikan  (Cabdindik ) Pamekasan berharap ada tambahan nominal bantuan penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP) pada tahun 2021.

KABARMADURA.ID;PAMEKASAN-Bantuan penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP), merupakan program pendidikan gratis dan berkualitas (Tistas). Program tersebut, untuk sekolah menengah atas (SMA) sederajat. Hanya saja, untuk saat ini program tersebut harus dipangkas selama 4 bulan, lantaran mewabahnya Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur (Jatim), wilayah Pamekasan, Salamet Goestiantoko, mengatakan jatah untuk BPOPP tingkat SMA sebesar Rp60 ribu. Sehingga, untuk pemenuhan operasional sekolah, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, terpenting  proses kegiatan belajar optimal.

“Aplikasi pemberian SPP gratis kepada sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta mulai tahun 2019 sudah semua,” paparnya, Minggu (6/12/2020).

Ditegaskan, penerima BPOPP untuk tingkat SMA Negeri sebanyak 9 lembaga, 7 untuk  SMK Negeri 7, dan 90 SMK swasta, 88 SMA swasta. Sedangkan, untuk SMK yang non teknik mendapatkan jatah BPOP sebesar Rp90 ribu dan SMK teknik senilai Rp110. Perbedaan bantuan itu, disesuaikan dengan kondisi real di lapangan.

“Kami berharap naik untuk 2021, jika Rp60 ribu per siswa, kalau setahun Rp720 ribu, masih lebih rendah dari bantuan operasional sekolah (BOS), kalo BOS dalam setahun Rp1.5 juta,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk pencairan BPOPP tersebut per triwulan sekali. Kendati demikian, kebutuhan operasional sekolah dirasa belum tercukupi. Sehingga, perlu adanya penambahan anggaran pada tahun 2021.  “Karena kebutuhan digitalisasi ini sangat banyak, kalau dijumlahkan dengan siswanya, semakin banyak siswanya, maka semakin besar operasionalnya,” jelasnya. (rul/ito)

 

Baca juga  Jarang Manggung, Seniman Pamekasan Dapatkan BLT
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan