oleh

BPPKAD Sumenep Gencar Sosialisasi dan Pembinaan Wajib Pajak

KM/FATHOR RAHMAN-IMAM SUKANDI: Plt Kepala BPPKAD Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Demi mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi yang lebih mengarah ke pembinaan kepada berbagai pihak itu, seperti kepada pengusaha, masyarakat dan lain sebagainya guna menyadarkan masyarakat tentang wajib pajak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPPKAD Sumenep Imam Sukandi menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembinaan ke beberapa hotel yang ada di Sumenep, termasuk kepada restoran, rumah kos dan reklame-reklame yang tidak mematuhi aturan.

“Kami sangat gencar melakukan pembinaan, karena kami ingin terus meningkatkan PAD Sumenep. Mudah-mudahan, semangat kami membuahkan hasil yang maksimal pula, berkat dukungan semua pihak,” ujar Imam, Rabu (8/5).

Sebagaimana yang telah disepakati antara eksekutif dan legislatif, bahwa di tahun 2019 ini PAD Sumenep ditarget mencapai Rp290 miliar.

Pihaknya optimis target itu bisa dicapai, dengan catatan pembinaan yang dilakukan diiringi dengan kesadaran pengusaha rumah makan, perhotelan dan masyarakat lainnya.

“Dari pajak daerah seperti hotel, restoran dan lain sebagainya, PAD Sumenep diharapkan bisa mencapai Rp235 miliar dari target PAD tahun 2019 yang mencapai Rp290 miliar. Jadi, kalau yang Rp235 miliar tercapai, maka untuk mencapai Rp290 miliar sangat memungkinkan,” paparnya.

Sebab selain dari itu, juga terdapat pajak bumi dan bangunan (PBB) yang saat ini terus gencar disosialisasikan kepada masyarakat.

Oleh karenanya, selain sosialisai yang dilakukan BPPKAD Sumenep, diharapkan Imam kepada semua pihak, baik dari insan pers dan lain sebagainya, supaya memberikan informasi kepada masyarakat tentang kewajiban membayar PBB.

“PBB itu wajib hukumnya, pemerintah pusat juga sudah mewanti-wanti tentang kewajiban membayar pajak PBB dan kewajiban pajak lainnya,” tutur Imam.

Sebab tambah Imam, semua masyarakat yang memiliki tanggungan untuk membayar pajak akan ditagih tentang pembayaran wajib pajak itu sendiri. Sehingga pada akhirnya harus melunasi tanggungan pajaknya.

“Tahun 2019 ini, kami akan gencar menarik pajak ke beberapa wajib pajak. Penting juga, kalau sudah waktunya membayar pajak, maka harus segera diselesaikan,” pungkasnya. (ong/rei)

Komentar

News Feed