oleh

BPPSDM Sumenep Pastikan Pengumuman Hasil Tes SKB Akhir Oktober

Kabarmadura.id/Sumenep-Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) selesai dilaksanakan Sabtu, 19 kemarin. Sedangkan pengumuman hasil tes tanggal 30 Oktober 2020. Hal ini diungkapkan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Abd. Madjid melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Alqaf Harto Maryono, Senin (21/09/2020).

Menurutnya, hasil seleksi tes SKB merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat dan hasil penilaian dari panitia seleksi nasional (Panselnas). Sedangkan ketentuan pengumuman hasil tes SKB berdasar surat dari Badan Kepegawain Negara (BKN) Nomor K 26-30/V 116-4/99 tentang jadwal pelaksanaan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2019.

“Nantinya akan berjalan sesuai tahapan jadwal yang ada,” ujar, Alqaf Harto Maryono.

Dia menegaskan formasi PNS berdasarkan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen  PAN-RB) tersedia 310 formasi. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 95 orang , dan tenaga teknis pertanian 45 orang, tenaga teknis 67 orang dan tenaga kependidikan 103 orang.

“Untuk memenuhi formasi sebanyak 310 sangatlah sulit. Sebab, meski tersedia sebanyak 310, bisa saja di bawah kuota, atau sesuai kemampuan yang ada, tentu tergantung nilai nantinya, kalaupun tidak nyampek kuota akan dilaksanakan tes CPNS tahun berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu  Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Irwan Hayat mengatakan setelah pelaksanaan tugas selanjutnya harus selektif dan profesional. Sebab, Calon CPNS yang lolos, benar-benar menguasai bidangnya. “Kalau tidak profesional, maka khawatir peserta lulus akan tidak menguasai bidang yang dimilikinya,” tegasnya.

Menurutnya, BKPSDM harus ambil langkah dan tidak harus diam dalam proses seleksi. Sebab, jika tidak, akan ada pihak yang dirugikan. Tentunya, peserta yang ikut serta Negara juga akan  rugi, karena merekrut CPNS yang bukan tidak sesuai bidangnya. “Jika sudah pengumuman tes SKB maka harus segera terisi dengan bidangnya masing-masing,” pintanya.

Sekedar diketahui, tidak semua peserta menghadiri tes SKB. Dari jumlah total 647 peserta, sebanyak 9 peserta absen. Mereka secara otomatis dinyatakan gugur. Sebanyak 51 peserta mengikuti tes di luar daerah. Pelaksanaan dilakukan pada 17-19 September 2020. Terdapat tiga sesi pada pelaksanaan tes tersebut.

Pertama pukul 08.30 hingga pukul 10.00 WIB,  sesi berikutnya  pukul 12.30 hingga 13.00 WIB, sesi terakhir pukul 13.30 hingga pukul 16.00 WIB. Di hari ke dua Jumat 18 September 2020 dibagi dua sesi.  Pertama pukul 08.30 hingga jam 10.00 WIB, Sesi kedua pukul 13.30 hingga jam 16.00 WIB. Hari terakhir,  Sabtu, 19 September 2020 terbagi dua sesi. Pertama jam 08.30 hingga jam 10.00 WIB dan sesi kedua jam 12.30 hingga 13.00 WIB.

Kemudian untuk ketentuan nilai ambang batas pelaksanaan tes seleksi terbagi atas tes karakteristik pribadi (TKP) dengan poin 126. Tes wawasan kebangsaan (TWK) 65 poin, tes intelegensia umum (TIU) 80 poin, dan formasi umum yakni 271 poin. Sedangkan pada formasi cumlaude, peserta harus mencapai nilai TIU 85 poin.

Untuk total nilai yang harus dikumpulkan bagi peserta formasi ini minimal 271 poin. Pada formasi disabilitas peserta harus mengumpulkan nilai minimal 260 poin dengan ketentuan TIU minimal 70 poin. Sedangkan untuk nilai tes lainnya tidak ditentukan. (imd/ito)

 

Komentar

News Feed