oleh

BPRS Bhakti Sumekar Salurkan Bantuan Damkar untuk Warga Kepulauan Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bagian dari unit usaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ikut ambil posisi dalam memberikan bantuan untuk masyarakat kepulauan dalam kegiatan Safari Kepulauan.

Dalam kegiatan safari rutin yang digelar pemkab di Kepulauan Sumenep tersebut, BPRS Sumenep mengeluarkan bantuan dua unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar), masing-masing diserahkan di Kecamatan Raas dan Kecamatan Sapeken.

Direktur Utama (Dirut) Bank BPRS Sumenep Novi Sujatmiko mengatakan, dalam kunjungan kerja (kunker) bersama bupati Sumenep tersebut, merupakan salah satu ajang serap aspirasi dan memantau kondisi atau keadaan di kepulauan, terutama pada jaminan keselamatan dan ketenangan dalam beraktivitas.

“Pada kegiatan ini, memang kami terbiasa berpartisipasi dan memberikan bantuan terhadap masyarakat, terutama di kepulauan. Apalagi aktivitas pemkab termasuk aktivitas kami, selaku unit usaha yang berada di bawah binaannya,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Sementara itu, Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar juga menambahkan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan rutinitas tahunan yang dikemas dengan istilah kunjungan kerja (kunker) bersama rombongan pemkab.

Dalam Safari Kepulauan ini, Pemkab Sumenep bersama jajarannya akan mengunjungi enam kecamatan, yakni Kecamatan Gayam, Nonggunong, Ra’as, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.

Menurut Fajar, bantuan tersebut memang disesuaikan dengan kebutuhan di kepulauan. Sebab selama ini jumlah kendaraan damkar memang terbilang minim. Dengan begitu, BPRS yang merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Sumenep, juga mempunyai tanggung jawab berupa kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat, apalagi kedua kecamatan tadi populasi masyarakat memang terbilang cukup padat, sehingga waktu musim kemarau rawan terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Dia juga berharap, bantuan tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin, apalagi damkar yang bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) tersebut terbilang multifungsi, artinya tidak hanya sebatas menangani kebakaran saja.

“Nilainya masing-masing Rp60 juta, dan memang kami berharap jika ada kebakaran, minimal dapat mengurangi jumlah kerugian ketika alat tersebut difungsikan,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed