BPS Bangkalan Rencanakan Daringkan Semua Tahapan Sensus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH SA'ED) ABSEN: Salah satu masyarakat yang sedang mengisi daftar hadir di ruang penerimaan tamu.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan di tengah Covid19 tidak melakukan sensus penduduk secara bertatap muka secara langsung.

Kepala Badan Pusat Statistik  Kabupaten Bangkalan Heriyanto menuturkan, untuk melakukan pendataan penduduk tidak hanya melakukan online melainkan mengunakan sensus secara manual atau bertatap muka secara langsung.

Bacaan Lainnya

“Lantaran adanya musibah seperti ini untuk kegiatan sensus penduduk secara berhadapan dengan masyarakat akan ditiadakan, namun jika musibah Covid-19 ini berlalu kami akan  mengajukan ulang sensus secara tatap muka, sebab jarang sekali masyarakat yang menggunakan internet,” terangnya, Senin (11/5/2020).

Di tengah kondisi wabah Covid-19, sensus penduduk dilakukan melalui sistem online. Meski butuh penyesuaian, namun pihaknya optimis bahwa sistem online bisa berjalan sesuai dengan harapan.

“Saya rasa sensus penduduk melalui online salah satu cara untuk mendata pendukuduk di tengah musibah seperti ini, sebab tidak ada cara lain selain online, jika musibah ini terus larut maka yang akan dilakukan online seterusnya,” terangnya.

Ke depan, pihaknya akan mencari langkah  ketika melakukan sensus penduduk,  dengan cara melakukan wawancara, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah.

“Ketika kita menggukan sistem online maka akan berdampak buruk terhadap masyarakat sebab ada sebagian masyarakat yang tidak begitu paham menggukan sistem online,” imbuhnya.

Ketika menggunakan sistem online maka di kabupaten Bangkalan hanya mampu  melaksanakan online sebanyak 23300 KK.

“Tahun ini Bangkalan hanya mampu mendata sebanyak 23300 KK  itu belum sampai 20 persen, apalagi di tengah Covid-19 ini kita tidak boleh bertatapan secara langsung sehingga betul betul sulit,” terangnya.

Perlu diketahui anggaran awal sebesar Rp12 miliar namun dikurangi untuk penanganan Covid-19  sehingga menjadi Rp7,4 miliar.

“Anggaran sebesar Rp7,4 miliar tersebut digunakan untuk keseluruhan baik kegiatan sensus dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu, aktivis pergerakan Efendi menegaskan agar BPS lebih proaktif melakukan sosialiasi. Sebab, masyarakat banyak yang kurang memahami tentang pelayanan online. Selain itu, dia berharap agar BPS segera menyelesaikan pendataan, sebab arus dan laju perekonomian di masyarakat terus mengalami perubahan.

“Banyak kesalahaan pendataan membuat penyaluran bantuan tidak tepat sasaran,jadi meski lewat online pendataannya harus selektif dan sesuai fakta di lapangan,” tukasnya. (sae/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *