BPS Pamekasan Klaim Tiga Sektor Alami Peningkatan

News41 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kesejahteraan masyarakat Pamekasan di beberapa sektor menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dibanding tahun 2021 lalu. Masing-masing, sektor pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Setiap sektor bisa terpantau dari indikatornya. Seperti indikator kemiskinan, partisipasi angkatan kerja, rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan lainnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Anwar, Selasa (5/9/2023).

Menurutnya, dari hasil survei internal instansinya, tingkat kesejahteraan masyarakat di Pamekasan semakin meningkat. Peningkatan kesejahteraan tersebut sebagai pemulihan keterpurukan setelah pandemi Covid-19 dengan adanya beberapa program dari pemerintah setempat. Bahkan, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya sekolah dalam tahun. 

‘Hitungannya, ada rumus-rumus tertentu hingga muncul angka. Begitupun dengan angka kemiskinan yang dilihat dari pengeluaran perkapita dan tingkat pengangguran,”  ujarnya kepada Kabar Madura. 

Pihaknya menuturkan, angka kemiskinan tahun 2021 lalu mencapai 15,30 persen dan tahun 2022 turun menjadi 13,93 persen. Di bidang kesehatan, angka harapan hidup meningkat dari 67,67 tahun menjadi 68,03 tahun. Bukti peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam juga bisa dilihat dari tingkat pengangguran yang semakin menurun.

Baca Juga:  Jadi Top Skor Sementara Madura United, Junior Brandao Masih Haus Gol untuk Laga Berikutnya

Di tahun 2021 tingkat pengangguran mencapai 3,10 persen, sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 1,40 persen. Selanjutnya di bidang pendidikan dari 6,7 tahun pada 2021 lalu, menjadi 6,88 tahun pada di 2022. Meski kesejahteraan masyarakat Pamekasan mengalami peningkatan, pemkab harus tetap menciptakan iklim usaha yang baik dan lebih luas. 

Bila perlu, kualitas pendidikan harus disertai dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai dan tenaga pendidik yang berkualitas. Begitupun di bidang kesehatan, yang harus memberikan kemudahan untuk mengakses layanan. Sebab, apabila tidak ada peningkatan terhadap semua bidang, akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat wilayah setempat. 

Baca Juga:  Sudah Langka, Jatah Urea justru Dipangkas

“Program-program yang ada sekarang seperti mencetak wirausaha baru (WUB), UHC dan lainnya harus bisa dimaksimalkan dan ditingkatkan. Karena jika tidak, bukan tidak mungkin kesejahteraan masyarakat akan stagnan bahkan menurun. Begitupun di bidang pendidikan, bagaimana caranya masyarakat Pamekasan bisa termotivasi untuk sekolah,” jelasnya. 

Jumlah dan presentasi penduduk Pamekasan 2022 

Pasean: 56.659 jiwa (6,61 persen)

Batumarmar: 79.915 jiwa (9,32 persen)

Waru: 65.045 jiwa (7,58 persen)

Pegantenan: 74.925 jiwa (8,73 persen)

Pakong: 37.142 (4,33 persen)

Palengaan: 82.837 jiwa (9,66 persen)

Kadur: 48.404 jiwa (5,64 persen)

Larangan: 56.783 jiwa (6,65 persen)

Proppo: 86.033 jiwa (10,03 persen)

Tlanakan: 64.765 jiwa (7,55 persen). 

Pademawu: 85.802 jiwa (10,00 persen)

Pamekasan: 89.271 jiwa (10,41 persen)

Galis: 29.995 jiwa (3,50 persen)

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *