oleh

Brand Dijual, Pemkab Rancang Olahan Baru Tanah Liat Karang Penang

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Tingginya kualitas tanah liat Karang Penang, selama ini hanya difokuskan untuk kerajinan genting.  Sementara, branding genting Karang Penang justru dimiliki perusahaan di luar Sampang.

Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang harus berinovasi. Pada tahun 2021 ini, sudah merencanakan pengelolaan tanah liat di Kecamatan Karang Penang itu untuk menghasilkan produk baru,seperti gerabah atau souvenir lainnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Suhartini Kiptiati melalui sekretarisnya, Barrul Alim menyampaikan, inovasi pengelolaan tanah liat di Karang Penang tersebut pada dasarnya memang harus dilakukan. Karena selain menghasilkan produk baru, bisa membuka lapangan pekerjaan.

Sebelumnya dia sudah mengambil sampel untuk dibawa ke Yogyakarta dengan tujuan meneliti kualitas tanah jika dibuat gerabah. Hasilnya, lebih bagus ketimbang tanah di tempat lain.

“Diibaratkan, jika dibuat genteng hanya menghasilkan satu, ketika dibuat souvenir bisa menghasilkan 15 produk. Kalau satu souvenir dijual Rp5000, maka nilainya lebih tinggi dari produksi genteng,” tuturnya, Senin (8/3/2021).

Diakuinya, permasalahan pembuatan gerabah, harus dilakukan orang-orang yang mempunyai jiwa seni. Namun di Karang Penang banyak yang mempunyai keahlian itu,  hanya butuh pengasahaan untuk dimaksimalkan.

Tahun ini, berdasarkan permintaan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi,akan membawa 10 pemuda setempat yang mempunyai jiwa seni ke Kasongan, Yogyakarta, agar bisa belajar dari tahap awal sampai tahap akhir.

“Yang mempunyai jiwa seni itu banyak, cuma kita butuh memberi sentuhan kewirausahaan saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan menyampaikan, pembinaan dalam membuat inovasi produk dari bahan tanah liat Karang Penang tersebut harus dilakukan oleh Diskoprindag Sampang. Sehingga, penduduk setempat yang punya keahlian diajak ke Yogyakarta untuk berlajar pembuatan gerabah.

Karena, berbicara kualitas tanah lebih bagus ketimbang kabupaten luar. Sehingga tidak harus fokus pada produksi genteng, tetapi juga ada inovasi.Sehingga dengan pembuatan gerabah itu, ada nilai lain yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, baik di Sampang maupun luar Sampang.

“Berdasarkan permintaan bupati pada tahun 2020, tanah liat di Karang Penang itu harus dibuat gerabah. Sehingga disuruh belajar ke Jogja (Yogyakarta) untuk pembuatan gerabah. Karena, untuk tanah kita tidak kalah dengan Jogja, tetapi disana itu bisa dibuat gerabah, dan lain sebagainya,” bebernya.

Dalam pengelolaan atau pembinaan yang berbentuk pelatihan pembuatan gerabah tersebut, pemkab bersedia mengucurkan dana sesuai kebutuhan.

“Untuk tindakan selama ini kurang tahu, nanti akan kami cek. Yang jelas jika butuh anggaran, pemkab akan menfasiliasi,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed