oleh

Branding Batik Mobdin Pemkab Pamekasan Pikat Pemkot Bengkulu

LAUNCHING: Pemerintah Kabupaten Pamekasan meluncurkan mobdin di-branding batik, yang berlangsung di monumen Arek Lancor.Kabarmadura.id-Mall Pelayanan Publik (MPP) dan branding batik mobil dinas, rupanya jadi daya tarik bai kepala daerah lain. Salah satunya Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi. Pejabat dari Provinsi Bengkulu itu berkunjung ke Pamekasan, Senin (11/3), hanya dalam rangka mengetahui seputar kebijakan tentang dua program tersebut.

FERI ANGGRIAWAN, PAMEKASAN

Didampingi istri dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, kunjungan Dedi Wahyudi disambut hangat Bupati Pamekasan Badrut Tamam bersama istri dan Wakilnya, Raja’e bersama istri, serta sejumlah pimpinan OPD Pemkab Pamekasan di ruang Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati.

Dedi menjelaskan beberapa alasan serta rasa penasaran yang membuatnya ingin berkunjung ke Pamekasan. Dia mengaku terkejut dengan berbagai terobosan program-program Bupati Pamekasan dan wakilnya, hingga mendapat 2 penghargaan Musium Rekor Dunia di Indonesia (MURI).

“Saya ini banyak mengetahui tentang Pamekasan dari pemberitaan media massa. Di antaranya adalah soal Mall Pelayanan Publik dan mobil dinas branding batik yang akhirnya mendapat penghargaan Muri pada saat masa jabatan beliau yang baru 47 hari,” katanya.

Dia mengaku, usianya dengan bupati Pamekasan dan wakilnya, tidak jauh berbeda, sekitar 40 tahunan. Kesamaan usia ini yang menjadi salah satu alasan juga untuk  banyak belajar tentang bagaimana membuat kebijakan daerah yang cepat tepat dan efektif.

“Seharusnya masyarakat Pamekasan bangga memilik bupati dan wakil bupati yang sama sama muda, energik, kreatif, inovatif dan memiliki semangat dan wawasan yang luas dan komitmen yang kuat untuk memajukan daerahnnya,” ungkapnya

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, membangun hubungan kuat antarpihak serta mengajak aparatur keluar dari zona nyaman, merupakan tantangan dalam kepemimpinannya.

Dirinya bersama wabup Raja’e berkomitmen membangun kepemimpinan yang tidak berjarak, menyatu dengan rakyat dan senantiasa berbaur. Sehingga memungkinkan pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan menghadapi setiap kendala dan siap dengan rencana.

“Alhamdulillah hari ke 47 kepemimpinan kami kita punya mall pelayanan publik hanya bermodalkan semangat. Saya berpikir sederhana, pemerintahan itu yang terpenting mau bekerja, bersih, melayanani rakyat itu sudah benar,” tuturnya.

Baddrut menambahkan, dengan kepemimpinan yang tidak berjarak, semua ASN di pemerintahannya adalah the dream team. Tim impian yang bekerja sama untuk menjadikan Kabupaten Pamekasan yang luar biasa

“Sebuah kabupaten tidak akan menjadi luar biasa tanpa adanya langkah dan cara yang luar biasa. Inovasi itu tidak mahal, menjadikan Kabupaten Pamekasan yang mampu berdaya saing dengan daerah lain merupakan cita-cita hebat yang ingin kami realisasikan,” pungkasnya. (waw)

Komentar

News Feed