BRI Gantung Nasib KPM PKH

  • Bagikan
TAK JELAS: BRI Cabang Sampang mengaku masih menunggu keputusan pusat untuk penyaluran bantuan ribuan KPM PKH yang tersendat.

Berdalih Pencairan Tunggu Intruksi Pusat

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati sudah didesak oleh berbagai pihak, namun nasib Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang, masih digantung.

Pasalnya pihak Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (Kacab BRI) Sampang, belum memberikan kepastian kapan realisasi penyaluran bansos PKH yang tersendat sejak tahun 2017-2018 lalu. Pihak perbankan berdalih masih menunggu keputusan pusat untuk mencairkan bansos tersebut.

Data yang dihimpun Kabar Madura dari Kacab BRI Sampang menunjukkan, jumlah KPM PKH tahun 2017–2018 yang belum menerima pencairan sebanyak 2.727 jiwa dengan total bantuan ngendap sekitar Rp7 miliar. Sedangkan penerima PKH susulan tahun 2019 sebanyak 1.130 jiwa, dan sudah menerima pencairan beberapa waktu lalu.

Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Sampang Imam Safii Toha melalui Koordinator Bansos Agus Buono mengatakan, waktu penyaluran hingga kini belum ada kepastian. Dirinya berdalih, masih akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) setempat pada Senin  (26/8) mendatang.

Selain itu menurut Agus Buono, penyaluran bansos tersebut tetap berpedoman pada kebijakan kantor pusat, jika sudah ada perintah dari pusat, maka pihaknya akan segera menyalurkan bansos sisa tahun 2017-2018tersebut.

“Untuk penyaluran PKH sisa 2017-2018 ini, kami belum bisa melaksanakan penyaluran, selama belum ada keputusan dari pusat, pada minggu ini juga masih mau dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ucapnya, Kamis (22/8).

Lanjut Agus (Sapaan akrabnya), saat ini data-data  penerima PKH sisa tahun 2017-2018 masih diteliti terlebih dahulu oleh Kementerian Sosial (Kemensos), apakah eligible atau masih layak menerima bantuan.

Pihaknya berdalih, penundaan pencairan PKH bukan atas kehendak perbankan, melainkan karena secara teknis pencairan juga masih harus menunggu proses penelitian berkas penerima yang belum selesai.

Baca juga  Kades Ancam Tolak Kambing Etawa

“Jika nanti sudah ada keputusan pusat, maka segera dicairkan,” kelitnya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Madura Development Wacth (LSM MDW) Tamsul menuding, pihak BRI tidak professional dalam menyalurkan bansos PKH. Dirinya menuntut agar pihak perbankan segera menyalurkan bantuan PKH yang tersendat selama hampir tiga tahun itu.

Tak hanya itu, Tamsul juga meminta, agar oknum BRI yang menghambat pencairan bansos PKH pada KPM tersebut supaya dipecat, karena telah menghambat hak warga miskin di wilayah setempat.

“Kami meminta bantuan PKH yang tersendat ini segera disalurkan kepada KPM yang berhak, kok sampai saat ini belum ada langkah konkrit dalam menangani permasalahan ini,” tandasnya. (sub/pin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan