oleh

Bripka Albun Syary Jadikan Pengalaman sebagai Pelajaran Hidup

KABARMADURA.ID – Bripka Albun Syary menjalani profesinya sebagai anggota polisi selama 14 tahun. Rentang waktu tersebut bukanlah waktu yang sebentar. Dia  menjalani tugasnya sebagai abdi negara dengan penuh kesabaran dan dedikasi yang tinggi. Kini, dia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Gladak Anyar.

ALI WAFA, Pamekasan

Lahir di Pamekasan pada 19 November 1986 lalu, pria ini memiliki dua buah hati yang masing-masing berusia empat tahun dan dua tahun. Albun merupakan angkatan polisi tahun 2007 lalu. Dia sudah 14 tahun menjadi polisi.

Dia sendiri merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Yos Sudarso Surabaya dan Universitas Wijaya Putra Surabaya. Sebelumnya juga pernah menempuh pendidikannya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pamekasan.

Suka duka selama 14 tahun menjadi polisi telah banyak dialaminya. Karena selain menjadi polisi, dia telah menjalankan tugas negara ke sejumlah daerah. Pada penempatan tugas pertama, da ditugaskan di Polwil Malang selama 4 tahun. Kemudian dia pindah bertugas di Kabupaten Lumajang.

Setelah itu, dia ditugaskan di tanah kelahirannya yaitu Bumi Gerbang salam. Saat ini, dia tidak hanya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Gladak Anyar. Tetapi juga bertugas di Unit Reskrim Polsek Pamekasan. Tugas yang dirangkapnya mendorong dia untuk bekerja ekstra.

“Kalau sedang bertugas sebagai penyidik, saya pakai baju preman. Kalau sedang sebagai Bhabinkamtibmas saya pakai seragam polisi,” ucapnya.

Ketika menjalani tugas sebagai penyidik di Unit Reskrim Polsek Pamekasan, dia kerap bersentuhan dengan sejumlah kasus kriminal. Di wilayah Pamekasan, kasus kriminal yang kerap ditangani yaitu kasus pencurian motor (curanmor) dan penipuan.

Di antara dua kasus itu, yang paling sulit dalam mengungkapnya yaitu kasus curanmor. Karena selain berkaitan dengan sejumlah komplotan pencuri, perlu investigasi mendalam. Sementara itu, tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas tidak bisa ditinggalkan.

Di Kelurahan Gladak Anyar sendiri, dia mendapat banyak ilmu dan pengalaman dari berkat kedekatannya dengan warga dan tokoh setempat. Di sana, dia telah enam tahun menjadi Bhabinkamtibmas, yaitu sejak tahun 2015 lalu.

Selama enam tahun di Galadak Anyar, dia banyak tahu tentang pengelolaan taman Gladak Anyar. Hal itu karena dia intens berjaga bersama dengan warga guna memastikan Taman Gladak Anyar aman dari pengunjung asing yang tidak bertanggung jawab.

“Belajar mendewasakan diri juga di sini. Karena sering bersama tokoh masyarakat,” pungkasnya. (maf)

Komentar

News Feed