Bripka Khoirul Anam Pulangkan Seorang Kakek dan Anaknya ke Jakarta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) MULIA: Bripka Khoirul Anam mengantarkan seorang kakek ke Terminal Bangkalan untuk pulang ke Jakarta.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Tugas dan tanggung jawab seorang Bhabinkamtibmas tidaklah mudah. Mereka harus siap memberikan pelayanan dan keamanan bagi masyarakat. Seperti halnya dengan Bripka Khoirul Anam, salah satu anggota Bhabinkamtibmas di Polsek Socah, yang harus memastikan semua warga aman, khususnya di tengah wabah Covid-19.

Siang itu, Bripka Anam berjalan di sekitar Terminal Bangkalan untuk memastikan warga memakai masker agar terhindar dari Covid-19. Dia membagikan masker untuk penumpang maupun penjual yang ada di sana.

Bacaan Lainnya

Saat membagikan masker, dia didatangi oleh seorang kakek dengan memakai baju lusuh. Bripka Anam mengatakan, kakek tersebut bernama Basyir. Katanya, dia bercerita tidak bisa membeli tiket pulang ke Jakarta lantaran uangnya tidak cukup.

“Mau kemana?” tanya saya. 

“Hendak pulang ke Jakarta, tapi uangnya hanya cukup untuk membeli satu tiket saja,” jawabnya.

Padahal, kata Bripka Anam, kakek tersebut mengaku datang ke Bangkalan bersama anaknya untuk mengunjungi makam istrinya yang ada di Desa Tajungan Kecamatan Kamal. Dia sudah satu bulan tinggal di Bangkalan karena tidak memiliki uang untuk kembali ke Jakarta.

Pada Bripka Anam, dia mengaku tinggal di rumah tidak layak huni peninggalan mendiang istrinya yang ada di di Balai Desa Tajungan. Karena merasa kasihan, Bripka Anam mengusahakan kedua orang tersebut bisa berangkat ke Jakarta.

“Saya mau belikan, tapi kebetulan di saku saya tidak ada uang, dan waktu itu tidak bawa dompet. Akhirnya saya menemui kondektur bus yang biasa berangkat ke Jakarta,” ungkapnya.

Usai berunding dengan kondektur bus PO Haryanto tujuan Jakarta, dua orang tersebut diberikan dua tiket keberangkatan.

“Saya senang melihatnya, kakek Basyir dan anaknya diberikan tiket. Sampai kakek Basyir ingin menangis dan tidak henti-hentinya mengucapkan syukur ketika saya bantu,” tuturnya.

Mantan anggota Kompi III Pelopor Satuan Brimob Gilimanuk, Polda Bali periode 2000-2013 itu menyampaikan,  dari hasil perundingannya, dia diminta kondektur PO Haryanto untuk  menerbitkan surat izin jalan. 

“Saya juga sepakat untuk membuat rekaman video bersama Pak Basyir yang dikirim ke pihak manajemen PO Haryanto. Tujuannya agar Pak Basyir ini benar-benar berangkat atas rekomendasi saya. Senang saya lihatnya,” ucapnya.

Usai dikirimkan ke pihak manajemen PO Haryanto, Bripka Anam melihat kondektur bersama manajemennya memberikan uang saku sebesar Rp500 ribu. Mereka berikan sebelum Basyir dan anaknya berangkat ke Jakarta.

“Ini semua juga berkat Allah, apalagi di tengah wabah ini, harus saling membantu. Karena kita sedang sama-sama mengalami masa sulit, satu-satunya cara dengan saling berbagi dan membantu,” pesannya. (ina/km58

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *