oleh

Bruno Lopes; Belum Berjodoh 2018 dengan Madura United, Bersemi di 2020

KABARMADURA.ID – Calon striker asing Madura United Bruno Lopes sudah tiba di Indonesia, Sabtu (26/9/2020) sore. Dia bakal jalani latihan perdana dengan Laskar Sape Kerrab di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Selasa (29/9/2020) hari ini.

Guna mengetahui motivasi, komitmen, dan target untuk Madura United, Jurnalis Olahraga Kabar Madura Syahid Mujtahidy melakukan wawancara eksklusif langsung dengannya di Apartemen Trillium Surabaya, Senin (28/9/2020) sore.

Mengapa Anda tertarik dengan pinangan Madura United?

Sudah lama, Madura (United) dan saya membicarakan (soal bergabung). Itu pertama kali di tahun 2018 setelah dari Persija (Jakarta) dan setelah dari Malaysia, pertama kali berbicara dengan Madura.

Sangat dekat juga, saya datang ke sini, tapi cedera, berlatih di Brasil, lalu cedera. Setelah itu, saya pergi ke Jepang. Dan sekarang, kami membicarakan itu lagi dan saya sangat senang.

Apa target Anda bersama Madura United?

(Musim) pertama (di Indonesia), momen yang sangat bagus, mencetak gol, memenangkan pertandingan. Saya berharap saat ini bisa lebih, lebih banyak mencetak gol, membantu tim memenangkan banyak pertandingan. Saya berharap rekan setim memberikan yang terbaik, mungkin membawa Madura juara.

Ini sekarang mimpi saya. Saya ke sini untuk mimpi itu. Saya berikan yang terbaik. Saya bantu tim, rekan setim, memenangkan pertandingan, dan mendapat poin. Jika Tuhan menghendaki, bisa berjuang ke puncak klasemen.

Apakah punya keinginann menjadi top skor?

Itu mimpi yang lain. Tapi, saat ini, target saya dekat dengan partner, dengan rekan setim, karena hanya kerja bersama pemain asing dan pemain lokal untuk lebih kuat. Ini yang paling penting, bukan untuk pribadi, bukan untuk satu pemain. Bersama, tim (akan) kuat. Tim yang kuat biasanya banyak memenangkan pertandingan.

Terdapat dua pemain dari Brasil di Madura United, apakah membantu adaptasi Anda dengan karakter tim?

Iya, karena mereka bersama saya 2018, 2019, 2020, dan saya kembali sekarang. Sekarang, Jaime (Jaimerson Xavier) bembantu saya sekali. Saya berharap Bruno Matos bergabung, Jaime, dan (Jacob) Pepper. Kami bisa membantu pemain lokal dan membuat Madura lebih kuat.

Apa yang disampaikan Jaime soal Madura United?

Dia (Jaime) bilang Madura tim yang bagus, tim besar. Saya datang bukan untuk menghancurkan. Saya datang untuk berjuang, berlatih, dan bertanding lebih kuat. Dia bilang, hai Bruno datang untuk gol, cetak gol. Dia menekan. Saya tahu tekanan ini normal sebagai striker. Saya hidup survive dengan gol; tidak gol, mati.

Saya berharap kami bisa bermain dekat dan kombinasi yang bagus, kami cetak gol. Sesederhana begitu. Jika kami bisa bermain sederhana, bermain dekat, saya berharap jadi kombinasi yang bagus. Saya berharap, kami bisa mencetak banyak gol dan membantu tim memenangkan banyak pertandingan.

Apakah ada masalah dengan cuaca di Indonesia?

Tidak masalah, ini normal, sangat panas. Di Brasil terkadang panasnya sama. Contahnya sekarang sama dengan kampung halaman saya di Brasil, tidak masalah. Saya pikir jika kamu fisiknya bagus, tidak masalah. Mungkin, survive di pekan pertama, pekan kedua. Ini normal. Setelah beradaptasi, tidak masalah.

Bagaimana tanggapan Anda soal kompetisi di tengah Covid-19?

Iya, ini momen buruk di dunia. Banyak orang yang tidak suka hidup ini. Saya pikir sepak bola sekarang bisa memberikan orang-orang sedikit lebih bahagia, karena momen yang berbeda, tidak bisa melihat supporter di stadion. Ini sangat sulit bagi kami sebagai pemain. Tapi, kami bisa memahami momen ini. Kita berharap ada vaksin dan bekerja kembali normal, saya berharap lebih baik. Karena, banyak masalah di dunia. Saya berharap di momen ini, untuk masalah dan Covid, orang-orang berpikir, setelah itu membuat lebih baik.

Bagaimana cara Anda memotivasi diri dengan bertanding tanpa suporter?

Ini berbeda iya. Tidak ada suporter, saya pikir bermain untuk rekan setim, bermain untuk keluarga, kita bermain untuk cintai pertandingan. Jika ada suporter, jadi ada tambahan motivasi. Karena terkadang, saya bisa bilang, suporter emosional. Jika menang, sangat senang, sangat hangat. Jika kalah, mungkin menangis, ini bedanya. Ada suporter, besar hati. Jika tidak ada suporter, mungkin lebih berkonsentrasi, lebih fokus, karena kami butuh banyak kemenangan, karena keluarga tergantung dengan ini.

Sejatinya, Kabar Madura tengah menelusuri soal awal mula karir Bruno Lopes, sepatu pertama, hingga mimpi yang di luar ekspektasi, namun bakal disajikan di ulasan selanjutnya. (bersambung/nam)

Komentar

News Feed