oleh

Buang Sampah Sembarangan, DLH Bangkalan Ancam Terapkan Sanksi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kesadaran masyarakat Bangkalan  untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim. Hal itu tidak jarang ditemukan di bahu jalan raya hingga sungai-sungai besar dijadikan tempat pembuangan sampah. Kondisi itu membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan akan merancang sanksi bagi masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan.

Menurut salah satu pemerhati lingkungan Sulhan Badri menuturkan, dasar dalam mengubah cara berpikir masyarakat adalah dengan bukti. Sehingga peran pemerintah sangat dibutuhkan. Salah satunya seperti pelatihan pengolahan sampah secara mandiri.

”Kalau masyarakat diajari dengan baik, saya kira mereka akan tertarik,” ungkapnya.

Salah satu yang menjadi menarik saat masyarakat disadarkan bahwa sampah bisa saja memiliki nilai ekonomis jika pengolahannya tepat. Bahkan juga bisa menguntungkan warga, selain dipisah antara organik dan non organik.

”Kalau sudah dipisah nanti nilai ekonomisnya bisa saja naik, kalau hanya diancam dengan sanksi saya kira tidak akan mempan,” paparnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Bangkalan, Yudistiro menyampaikan, larangan membuang sampah sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

”Ini seharusnya sudah menjadi dasar yang cukup, makanya kami akan coba cara ini,” ulasnya.

Menurutnya dalam pasal 29 ayat 1 huruf e dijelaskan, setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan oleh pemerintah setempat.

“Jika dilanggar akan dikenai sanksi administratif bagi masyarakat. Salah satunya denda uang,” tuturnya.

Namun demikian, Yudistiro mengaku tidak tega jika sanksi tersebut diterapkan kepada masyarakat Bangkalan. Menurutnya, pihaknya memiliki cara sendiri untuk menanggulangi sampah.

”Saya akan coba cari tahu dulu alasan mereka membuang sampah sembarangan ini,” paparnya.

Pihaknya saat ini gencar membuat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R) di setiap titik yang banyak dihuni warga. Dalam sementara waktu tempat pengelolaan sampah itu difokuskan di daerah perkotaan saja.

”Kami masih terkendala anggaran. Tapi mudah-mudahan bisa mengurangi pembuangan sampah sembarangan,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed