oleh

Buka Gudang Perdana, Pabrikan Belum Beli Tembakau Sesuai BEP

Kabarmadura.id/Pamekasan-Upaya pabrikan untuk membeli tembakau petani belum optimal. Tidak semua pabrikan menentukan jadwal buka pembelian tembakau. Dari tujuh pabrikan yang ada, terdapat satu pabrikan belum menentukan jadwal pembelian tembakau. Hal ini berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Selasa (1/9/2020).

Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifuddin berjanji akan terus berkoordinasi dengan pabrikan agar segera bisa melakukan pembelian. Satu pabrikan yang belum menentukan tanggal buka, yakni Gudang Noyorono.

“Yang belum menentukan itu Nnoyorono, hanya awal September bilangnya, namun tanggalnya masih belum ditentukan,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, untuk harga pembukaan awal masih belum bisa mencapai break event point (BEP). Hal itu dikarenakan, jenis tembakau kering yang dijual ke pabrikan masih daun bawah dengan kualitas rendah.

“Makanya kami mau segera koordinasikan, pemantau sekarang sudah menyebar ke beberapa gudang,” jelasnya.

BEP merupakan referensi untuk menentukan harga tembakau di pabrikan. Namun secara aturan, belum ada payung hukum yang jelas.

Berdasarkan data Disperindag, gudang  Wismilak akan mengambil 105 ton, jadwal buka pada 10 September, Grendel sebanayak 1500 ton dengan jadwal buka pada 28 Agustus, Gudang Garam 3500 ton, jadwal buka 28 Agustus, Djarum 6500 ton dengan jadwal buka 1 September, Sampoerna akan mengambil 200 hektar kemitraannya dan akan buka 3 September.

Sementara itu, Anggota DPRD Pamekasan Ismail Arrahimmengingatkan keterjaminan harga tembakau petani harus dilindungi oleh pemkab. Minimal dikoordinasikan dengan pabrikan, agar serapan dan harga bisa mahal.

“Mudah-mudahan pemkab terus intens komunikasinya dengan pabrikan,” responnya. (rul/ito/waw)

Komentar

News Feed