Buka Usaha di Bangkalan Wajib Memiliki NIB

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SOSIALISASI: Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan memberikan arahan kepada puluhan pelaku usaha di Kecamatan Burneh.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Meski pengurusan izin usaha sudah dipermudah, tidak semua pengusaha di Kabupaten Bangkalan optimal melengkapi status perizinan usahanya. Hingga saat ini, masih ada pelaku usaha kecil atau mikro yang belum melengkapi nomor induk usaha (NIB). Hal ini diketahui dari hasil kegiatan sosialisasi tentang kemudahan usaha dari Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan di Kecamatan Burneh, Rabu (8/9/2021)

Sedikitnya, 50 pelaku usaha menghadiri kegiatan tersebut. Namun, dari jumlah pelaku usaha terdapat dua orang yang tidak mengantongi NIB. Padahal, pengurusan izin tersebut sudah terbuka secara umum. Yakni, melalui online single submission (OSS) dan tidak lagi mengurus surat izin usaha perdagangan (SIPU) dan beberapa kelengkapan lainnya.

Bacaan Lainnya

Seperti, tanda daftar perusahaan (TDP), hinder ordonantie (HO) atau izin gangguan dan lain-lain. Namun, pelaku usaha bisa mendaftar melalui smartphone untuk memperoleh NIB dengan persyaratan, menyertakan nomor induk kependudukan (NIK), nomor hp dan email permanen. “Dua pelaku usaha ini langsung kami layani  untuk mendapatkan NIB,” ujar Kabid Informasi dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Bangkalan Jemmi Tria Sukmana.

Menurutnya, tujuan  kegiatan tersebut untuk menjaring usaha mikro kecil yang belum ber-NIB. Namun, bagi pelaku usaha mikro kecil yang belum berizin atau belum memiliki NIB memang belum ada sanksinya. Sebab, NIB hanya untuk kepentingan pribadi. Namun, apabila untuk usaha menengah besar, wajib memiliki NIB untuk bisa operasional.

“Jika tidak punya ijin jelas akan kami tutup, karena sebelum operasional harus sudah memiliki dan melengkapi perizinan berusaha,” tegasnya.

Disinggung mengenai jumlah pelaku usaha yang belum mengurus ijin dan NIB? Jemmi mengaku, belum menghitungnya secara pasti. Sebab, belum melakukan pendataan secara detail. Akan tetapi, sebagian sudah memiliki. Bahkan,  akan mengontak pemilik usaha agar bisa mengurusnya ke instansinya atau langsung minta bantuan customer service di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan Plaza (Bangplaz) lantai 3.

“Kalau usaha besar tidak perlu sosialisasi, rata-rata mereka wajib mengurus perizinan, bahkan saat perusahaan belum beroperasi,” tuturnya.

Untuk itu dia menyarankan, bagi pelaku usaha yang belum memiliki NIB untuk segera mendaftarkan diri sebagai legalitas kegiatan usaha sekaligus untuk kepentingan pelaku usaha sendiri. Sedangkan, untuk syarat dasar mengakses modal usaha dari perbankan saat ini diminta NIB. Belum lagi nantinya bantuan sosial dari pemerintah hanya diberikan bagi pelaku usaha yang sudah ber-NIB.

“Sektor usaha mikro kecil ada yang telah punya NIB tapi ada juga yang belum, makanya kami minta mereka segera melengkapi, karena NIB yang dimiliki sekaligus perizinan berusaha tunggal untuk operasional kegiatan usahanya,” tukasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *