Buka Wawasan Sejarah Anak Didik, Program Sekolah Kunjung Museum Direspon Positif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MENGAPRESIASI: Program Sekolah Kunjung Museum dari Disdikbud Pamekasan direspon positif sejumlah lembaga pendidikan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Program Sekolah Kunjung Museum dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan terbukti membawa pengaruh cukup signifikan terhadap antusiasme belajar siswa-siswa di Pamekasan. Mereka  belajar terkait sejarah Pamekasan dengan berkunjung langsung ke Museum Mandilaras.

Sebagaimana disampaikan guru Sekolah Dasar Islam (SDI) Asy-Syuhada’ Pamekasan Ust. Abi, program yang dicanangkan oleh Disdikbud menambah pengetahuan sejarah anak didiknya, sebab pada saat membawa anak didiknya kunjungan, antusiasme setiap muridnya sangat berbeda dengan ketika hanya dijelaskan dengan buku di dalam ruangan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sangat luar biasa, terima kasih atas penyelenggaraan program yang sangat luar biasa, kami bisa mengetahui secara langsung sejarah Pamekasan,” paparnya, Minggu (20/4/2021).

Dia berharap, pelestarian aset yang bernilai sejarah di  Pamekasan terus diperkenalkan dengan baik kepada generasi muda, karena mereka bisa lebih menghargai dan termotivasi untuk memajukan Pamekasan.

“Keberadaan museum perlu dilestarikan, misal koleksinya diperbanyak, atau diperluas itu kami akan sambut dengan senang hati,”ujarnya.

Sedangkan salah satu siswa SDI Asy-Syuhada’ Fatimah mengaku sangat senang berkesempatan belajar di luar kelas, bisa mengetahui dengan jelas tentang peradaban masa lalu.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menegaskan, nilai sejarah yang telah tertoreh di masa lalu harus tersampaikan dengan terang dan lugas kepada generasi muda. Karena mereka yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di masa depan. Dengan mengetahui sejarah Pamekasan, genjerasi muda akan lebih menghargai perjuangan di masa lampau.

“Setidaknya siswa bisa berekreasi belajar di luar kelas, siswa itu bisa mengenal sejumlah peninggalan masa lalu, terutama sejarah Pamekasan. Diharapkan mampu memahami perjuangan orang-orang di masa lalu, supaya bisa membandingkan dengan masa sekarang, lalu timbullah rasa syukur,” tukasnya. (rul/maf)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *