Bukan Komoditas Penerima Pupuk Bersubsidi, Petani di Sampang: Banyak Lahan Kosong Tidak Ditanami Tembakau 

News266 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG Pada tahun ini, petani tembakau tidak lagi bisa mendapatkan pupuk bersubsidi menyusul terbitnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Suyono melalui Kepala Bidang Penyuluhan Nuruddin.

“Sementara itu, pupuk subsidi yang sebelumnya ada 5 jenis, namun kini menjadi 2 jenis pupuk, seperti pupuk NPK, ZA, SP36, UREA, dan organik. Sementara pupuk yang subsidi hanya NPK dan Urea,” katanya kepada Kabar Madura, Senin (17/07/2023).

Diketahui, berdasarkan peraturan tersebut, Kementerian Pertanian hanya membolehkan sembilan komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Ada pun 9 komoditas itu di antaranya padi, jagung, dan kedelai untuk tanaman pangan.

Baca Juga:  Realisasi Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Tersendat Perbup

Kemudian bawang merah, bawang putih, dan cabai untuk holtikultura. Sedangkan kakau, tebu rakyat, dan kopi untuk perkebunan. Di luar 9 komoditas itu, tidak boleh atau tidak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi termasuk tanaman tembakau.

Nuruddin mengungkapkan, di Sampang, tahun ini hanya ada 5 jenis tanaman yang mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi berdasarkan Permentan tersebut, di antaranya kedelai, bawang merah, jagung dan cabai.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Mengenai itu, kami sudah menyampaikan ke pusat melalui Ditjen Kementerian Keuangan agar tanaman tembakau dapat bantuan pupuk bersubsidi juga,” ucapnya.

Baca Juga:  Rezeki Tembakau

Sementara Hamid, petani tembakau asal Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong mengatakan, dengan tidak adanya pupuk subsidi tembakau, para petani kesulitan untuk mencari pupuk. Dia menganggap, hal itu merupakan tanggung jawab pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Sehingga sebagian lahan ada yang kosong tidak ditanami tembakau. Iya kerana salah satu alsannya karena tidak ada pupuk subsidi itu,” ucapnya.

Pewarta: Abd. Goffar

Redaktur: Moh. Hasanuddin

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *