Bulan Pertama Produksi Garam Sumenep Hasilkan 10 Ribu Ton

News, Headline85 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Sekitar satu bulan lebih para petambak garam berproduksi, target produksi garam di Kota Keris yakni sebanyak 100.000 ton. Per Juli 2023, tercatat produksi garam masih mencapai 10.189,40 ton, (selengkapnya lihat grafik).

Kepala Dinas Perikanan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Edy Ferrydianto mengatakan, capaian tersebut masih cukup baik mengingat masih ada waktu memproduksi garam hingga akhir tahun 2023.

“Capaian itu sudah membaik dari tahun sebelumnya, semoga cuaca tidak buruk lagi seperti tahun kemarin,” katanya, Kamis (20/7/2023).

Dikatakan, perolehan produksi garam bergantung pada cuaca, sehingga jika cuaca membaik, maka capaian produksi garam juga banyak. Bahkan, melebihi dari target yang sudah ditentukan. 

Menurut pria yang akrab disapa Didit itu, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi pada para petambak agar capaian produksi garam melimpah. Dia mengaku sudah melakukan pendekatan sambil lalu dikomunikasikan dengan pihak desa. 

Jika dibanding dengan tahun sebelumnya, capaian produksi garam sangat memuaskan. Misalnya pada tahun 2018, ditargetkan produksi mencapai 225 ribu ton, capaiannya 235 ribu ton. Pada tahun 2019 lalu, produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton.

Baca Juga:  Pengawasan RTH di Sumenep Meluas, Anggaran Menurun

Kemudian di tahun 2020, produksi garam mencapai 50.009,64 ton, dari target produksi 236.000 ton. Di tahun 2021, dari target produksi 192.947 ton, hanya dicapai 94.334 ton. Pada tahun 2022 mencapai 45.752,72 ton dari target 100.000 ton.

“Ada faktor cuaca yang tidak baik sepanjang musim kemarau. Terlebih di musim hujan terus menerus adanya hujan,” bebernya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, tidak tercapainya target produksi garam di Kota Keris perlu pendekatan terhadap para petambak garam secara intens. Misalnya pada saat harga garam rendah, bagaimana Pemkab Sumenep segera berbuat. Tujuannya, agar petambak tetap semangat memproduksi garam. 

“Intinya harus banyak cara misalnya mengusulkan dana agar ada lahan integrasi dan lainnya,” ucap politisi PPP itu

Baca Juga:  Realisasi 2022 Bermasalah, Jatah Perbaikan Sekolah di Sumenep Dikurangi Rp16 Miliar

Diketahui, jumlah produksi itu didapat dari luas lahan di 11 kecamatan di Sumenep, yakni 1.967,42 hektare.  Rinciannya, Kecamatan Gapura seluas 302,70 hektare, Kalianget 505,05 hektare, Saronggi 495,10 hektare, Pragaan 257,96 hektare, Gili Genting 176,74 hektare, Talango 8,00 hektare, Dungkek 0,75 hektare, Raas 126,30 hektare, Arjasa 24,50 hektare, Kangayan 19,56 hektare, dan Kecamatan Sapeken seluas 50,76 hektare.

CAPAIAN PRODUKSI GARAM RAKYAT SUMENEP 

(per-Juli 2023)

  • Gapura : 1.301,60 ton (KP1) 
  • Kalianget : 6.275,40 ton (KP1) dan  17,50 ton (KP2)
  • Saronggi : 857,00 ton (KP1) 
  • Pragaan : 787,90 ton (KP1) 
  • Giligenting : 519,00 ton (KP2)
  • Talango :86,00 ton (KP2)
  • Ra’as : 171,00 ton (KP2)
  • Arjasa : 51,00 ton (KP2)
  • Kangayan : 24,00 ton (KP2)
  • Sapeken : 99,00 ton (KP2)

Jumlah: 

KP1: 89.087,13 ton

KP2: 5.247,76 ton

Total: 10.189,40 ton 

*Target: 100.000 ton 

*Realisasi per Juli: 10.189,40 ton

*Kurang: 89.811 ton 

*Luas Lahan : 1.967,42 Ha 

Sumber: Diskan Sumenep

Reporter: Imam Mahdi 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *