BUMDes Al-Husna Samatan Produksi Sandal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DUKUNG: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama jajaran fokompida saat meninjau produk BUMDes Desa Samatan yaitu sandal sloup.

KABARMADURA.ID, Pamekasan  – Kecepatan perkembangan teknologi dan informasi tidak disia-siakan begitu saja oleh warga Desa Samatan Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Desa tersebut memiliki badan usaha yang berkembang, mereka kompak membangun usaha desa dengan memproduksi sandal.

Spirit yang sama tidak hanya dimiliki perangkat desa Samatan melainkan warga setempat juga turut reaktif untuk mengembangkan usaha desa. Bahkan Kepala Desa (Kades) Samatan Moh. Tamyiz mengatakan, demi terciptanya lapangan pekerjaan di desanya serta untuk kesejahteraan warga, pihaknya terus mendukung usaha itu dengan modal dari desa.

Bacaan Lainnya

Badan usaha milik desa (Bumdes) Samatan itu telah berdiri selama dua tahun. Dengan pesat mengalami perkembangan. Produk tersebut kini memiliki pasaran di berbagai wilayah Madura. Bahkan saat ini tengah mengembangkan sayap untuk memiliki pasar di luar Madura.

Bumdes tersebut sebagaimana disampaikan oleh pengelolanya Moh. Jhoni, menghabiskan modal berkisar Rp20 juta. Saat ini, usaha tersebut telah mulai menuai hasil. Selain itu, yang dibanggakan oleh warga, dengan adanya usaha desa, para pemuda mampu memiliki lapangan pekerjaan.

Menurut Tamyiz, pemuda yang masih energik dan memiliki semangat tinggi harus difungsikan. Sehingga mampu membantu percepatan dalam pembangunan desa. Sebab pemuda berpotensi besar untuk membuat desa semakin baik dan maju.

Namun sebaliknya, jika salah dalam mengurus pemuda, maka akan menjadi penghambat kemajuan desa. Dengan usaha desa itu, para pemuda tidak menganggur. Sehingga terhindar dari perilaku kontraproduktif yang menyimpang.

Saat ini Bumdes Al Husna sudah meraup keuntungan jutaan rupiah berkat dukungan dari semua pihak. Bersamaan dengan itu, kesejahteraan warga Samatan bisa terbantu dan terjamin. “Kalau para anak muda ini tidak diarahkan untuk kreatif dan produktif maka kita yang berdosa jika mereka melakukan tindakan penyimpangan sosial,” tukasnya.

Jhoni mengungkapkan, metode pemasaran yang dilakukan tidak hanya metode tradisional. Melainkan memasarkan produknya melalui sejumlah platform jual beli online mulai dari facebook dan media sosial lainnya. Bahkan sebagai awal, pihaknya mengantarkan setiap pesanan sandal ke kediaman pemesan tanpa meminta ongkos kirim.

“Sebab kami prihatin, hampir semua yang kita kenakan ini produk asing bukan asli Pamekasan. Maka Bumdes Al-Husna ini menawarkan produk asli Pamekasan yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar,” ujarnya. (ali/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *