oleh

Bung Fafan, Legislator Sampang yang Abdikan Diri sebagai Relawan Kesehatan

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Menjadi relawan tidaklah mudah, khususnya soal kesehatan. Karena selain harus paham soal administrasi, juga berbagai ancaman  harus diterima. Tetapi jika dijalani dengan istiqomah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat semuanya akan berakhir indah.

Seperti yang terjadi pada Moh. Iqbal Fathoni, dari tahun 2010 ia abdikan dirinya sebagai relawan kesehatan untuk menolong masyarakat tidak mampu dan masyarakat yang tidak paham soal administrasi. Seperti pengurusan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan lain sebagainya.

Sebelum jadi relawan, Iqbal menceritakan awal mula ia ingin jadi relawan karena tidak sedikit masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dari kalangan pemuda, utamanya soal penggunaan kartu BPJS. Karena pada saat itu,  banyak pasien yang harus bayar, padahal ada kartu BPJS yang diperuntukkan kepada orang tidak mampu.

Sayangnya, pada saat itu dirinya mengaku sedang tertimpa masalah, sampai dilaporkan ke polisi untuk dipenjara, namun berkat pertolongan masyarakat, ia tidak jadi dipenjara. Sehingga sampai  menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, ia tetap mengabdikan diri sebagai relawan masyarakat.

“Jadi relawan ini karena banyak masyarakat yang tidak mampu ngurus administrasi, seperti BPJS, jadi semua pasien itu harus bayar, tapi di pertengahan jalan, saya itu kena masalah dan mau dilaporkan oleh petugas,” tutur Iqbal kepada Kabar Madura, Kamis (7/1/2021).

Selain itu, Iqbal yang akrab disapa Bung Fafan itu pada tahun 2010 diberikan mandat sebagai ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) koordinator Sampang. Dengan mandat tersebut, ia memfokuskan untuk mengabdi. Sehingga saat turun ke desa, banyak ancaman dari Kepala Desa (Kades) karena dikira mempunyai kepentingan.

Padahal, kata dia hanya ingin membantu masyarakat yang tidak mampu, karena berdasarkan pengalamannya, banyak masyarakat yang tidak mempunyai kartu BPJS. Sebab, pada saat itu media sosial tidak semarak seperti yang sekarang. Sehingga, dengan hadirnya relawan tersebut, banyak pasien yang menggunakan kartu BPJS.

“Dulu itu tidak ada zaman Facebook tidak ada zaman media sosial, jadi ketika ada pasien yang membutuhkan harus turun ke lokasi, alhamdulillah berkat adanya relawan pasien itu, bisa gratis. Relawan ini tidak menarik biaya sepeser pun kepada pasien,” imbuhnya.

Kendati demikian, karena dirinya sudah menjadi anggota DPRD Sampang, saat turun untuk menjadi relawan banyak masyarakat yang mengomentari, namun dirinya bersifat acuh tidak acuh karena Fafan berkomitmen bahwa dirinya harus berguna untuk orang lain.

Selain itu, legislator dari Desa Gunung Eleh kelahiran 1987 itu dua minggu yang lalu membantu masyarakat yang melahirkan bayi tanpa anus. Namun, karena keluarganya tidak mempunyai dana operasi, akhirnya bersama anggota DKR lainnya ia membuka donasi, sehingga berhasil mengumpulkan uang kurang lebih Rp17 juta untuk kepada keluarga korban sebagai biaya administrasi.

“Kami  tidak hanya bantu administrasi saja, tetapi juga buka donasi untuk pasien tidak mampu dan yang sangat membutuhkan; seperti biaya operasi, dan itu sudah sering kami lakukan,” pungkasnya. (mal/km58).

Komentar

News Feed