oleh

Buntut Bentrok, Nelayan Asal Gresik dan Bangkalan Saling Lapor

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Tindak lanjut bentrokan  antara nelayan Arosbaya, Bangkalan dan Campurejo, Gresik terus memanas. Kejadian yang berlangsung satu minggu lalu tersebut terus bermunculan fakta baru. Salah satunya diketahui bahwa ada korban yang menderita bacokan atas nelayan asal Gresik, yang kemudian melaporkan ke petugas dan dimuat di salah satu surat kabar.

Ketua Kelompok Pengawas Nelayan Arosbaya, Bilal Kurniawan menyampaikan, adanya berita yang beredar luas itu juga diketahui oleh nelayan Arosbaya. Dalam surat kabar tersebut, ditulis bahwa nelayan mereka mengalami luka bacokan yang dilakukan oleh nelayan Arosbaya.

”Apa yang ditulis di surat kabar itu tidak semuanya benar, nelayan kami hanya membela karena dikeroyok,” tuturnya.

Dalam perkara kejadian, nelayan Arosbaya hanya bermaksud untuk mengklarifikasi tetapi kemudian dipukuli. Tindakan mereka memasuki perairan Arosbaya dengan membawa trawl saja sudah salah, apalagi sudah melakukan pengeroyokan.

”Kami akan laporkan secara tuntas, kami memiliki keyakinan bahwa kami tidak memulai perkelahian itu,” jelas pria 37 tahun itu.

Sedangkan kuasa hukum nelayan Arosbaya S Hendranto membenarkan, adanya pemberitaan yang menuliskan laporan nelayan Gresik itu telah dibacok oleh seorang tak dikenal, di perairan Arosbaya.

”Iya ada beritanya, dan itu juga tidak bisa kita pungkiri, karena korban memang dimungkinkan muncul korban di kedua belah pihak,” sebutnya.

Tetapi, kata Hendra, sapaan akrabnya. Berdasarkan pada lokasi kejadian, seharusnya laporan mereka dilakukan pada aparat setempat yakni Bangkalan. Sebab ketika dilaporkan ke petugas di Gresik, ini akan menjadi seperti aduan.

”Kami sudah klarifikasi ke Satpolair Gresik, dan benar ada laporannya,” terangnya.

Hendra meyakinkan bakal tetap menaikkan kasus tersebut dengan pasal berlapis, salah satunya menggunakan Pasal 170 KUHP kasus penganiayaan secara bersama-sama, dan juga Pasal 85 Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang alat trawl.

”Laporan sudah naik, kami tinggal menunggu hasil penyelidikannya,” paparnya.

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Ludwi menegaskan, kasus tersebut sudah didalami oleh tim. Sementara hasil perkembangan, identitas kapal dan pelaku sudah dikantongi. Jika nanti sudah cukup bukti, proses akan dilanjutkan.

”Kami sudah kembangkan kasus ini, dan kami akan segera menangkap pelakunya,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed