oleh

Buntut Pencemaran Pantai Lombang, Tambak Ilegal Didata, Penindakan Belum Jelas

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Janji Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep mengatasi tambak udang yang tidak berizin, khususnya di Pantai Lombang, berubah-ubah.S

Sebelumnyaberjanji akan menindak tegas semua tambak yang tidak berizin, namun tidak kunjung dipenuhi dengan alasan menunggu pihak lain.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia beralasan, masih menunggu pihak terkait, yakni yang mengrus izin.

“Kami belum berani menindak tegas jika masih belum ada rekomendasi dari pihak terkait,” katanya, Minggu (15/11/2020).

Dia mengatakan, sebelum ada masalah mengenai pencemaran limbah di Pantai Lombang, sudah melakukan investigasi. Namun tindakan itu belum dilakukan. Sebab, belum ada bukti konkret mengenai pencemaran tersebut.D

Dia beralasan hanya berlandaskan pada hasil penelitian yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep.

“Menuunggu uji laboratorium, setelah itu kami berani ambil langkah,” ujarnya.

Selain itu, kata Purwo, termasuk tim perizinan belum mengetahui data jumlah tambak yang tidak berizin. Hal itu membuat Satpol PP masih belum dapat melakukan tindakan apa-apa.

“Tenang mas, masih ada waktu untuk dilakukan penindakan. Insyaallah besok terkhir dalam memutuskan itu,” paparnya.

Sementara itu, Asisten Bupati Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumenep Herman Poernomo mengatakan, tindakan tegas saat ini sudah dirapatkan bersama bupati. Bahkan, tambak yang tidak berizin, khususnya di Pantai Lombang, sudah diketahui.
Sayangnya, dia tidak memberikan jumlah data tambak yang tidak berizin. Dia beralasan, masih menunggu waktu untuk diketahui data yang dimaksud.

“Tunggu saja nanti akan diketahui dengan sendirinya,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Kukuh Agus Susyanto menegaskan, semua tambak yang berizin termasuk di Pantai Lombang tidak akan pernah mencemari lingkunagan.

Sebab, semuanya dilakukan kajian yang matang. Tentunya bersama tim, di antaranya DLH dan tim lainnya.

Dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi dengan Satpol PP dalam rangka penegakan hukum, sekaligus DLH selaku tim pengawsan.

“Kalau permasalahan pencemaran, itu bukan hanya di sekitar Lombang, di tempat lain banyak kami temukan, tetapi yang tidak kantingi izin,” tandasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed