Buntut Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi BLT DD, Ratusan Warga Desa Gunung Rancak Demo BRI

News73 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Setelah mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang beberapa hari lalu, ratusan warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, menggeruduk Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sampang, Senin (4/12/2023).

Aksi tersebut sebagai buntut dari penetapan Bendahara Desa Gunung Rancak Safrawi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) 2020. Mereka menuntut BRI sebagai penyalur dana BLT DD untuk bertanggung jawab.

Sekadar diketahui, dalam kasus dugaan korupsi ini, Safrawi tidak terseret sendiri. Melainkan Kepala Desa (Kades) Gunung Rancak Muhammad Juhar juga disebut-sebut terlibat dalam kasus yang menyebabkan kerugian tersebut. Namun, Kades Juhar masih berstatus saksi.

“Kami minta pihak BRI menyerahkan data proses pencairan, bukti penarikan atau tanda terima, berupa SPJ. Karena ini menjadi barang bukti sebagai bank penyalur bantuan kepada para KPM. Pihak BRI harus bertanggung jawab juga atas kasus ini,” teriak salah seorang korlap aksi, Agus.

Baca Juga:  Ketua PWI Sumenep Sayangkan Pemukulan pada Wartawan Online Diselesaikan dengan Damai

Menanggapi tuntutan massa aksi, Pemimpin Cabang Kantor BRI Sampang Rahmat Salim menegaskan, peran BRI sebagai penyalur BLT DD merupakan sosial value dan pemulihan ekonomi nasional yang juga berkomitmen menjunjung tinggi transparansi, keadilan dan integritas.

Dia mengungkapkan, pihak BRI juga sudah pernah diperiksa oleh Kejari Sampang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi BLT DD di Desa Gunung Rancak ini. Pihaknya mengaku sangat menghormati proses hukum dan telah menyerahkan alat bukti kepada penyidik kejaksaan.

“Sebenar yang diminta oleh pendemo ini sudah kami serahkan kepada pihak kejaksaan, karena kami juga sudah pernah dilakukan pemeriksaan,” tegas Rahmat.

Baca Juga:  Usai Dilantik, MR KAHMI Kadur Larangan Galis JJS Bareng Masyarakat

Pantauan Kabar Madura, aksi demo itu sempat memanas. Ada aksi saling dorong antara pendemo dengan petugas keamanan. Bahkan dua pendemo yang dianggap sebagai provokator sempat diamankan setelah diketahui melemparkan botol air mineral dan barrier pembatas lalu lintas ke arah aparat keamanan. Tindakan itu dilakukan saat pendemo hendak melakukan penyegelan pintu pagar kantor BRI dengan tali penanda berwarna merah.

Kapolres Sampang AKBP Siswantoro menyampaikan, pihaknya akan tetap melakukan pengamanan terhadap kedua orang yang diduga jadi provokator tersebut. Sebab, tindakannya sudah menyalahi aturan.

“Kami tetap akan melakukan penahanan terhadap orang tersebut,”singkatnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *