Bupati Ajak Bangun Pamekasan dengan Nilai Keislaman

  • Whatsapp
PUKUL BEDUG: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menandai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan pemukulan bedug di Pendopo Ronggosukowati. Kemarin (2/10).

Kabarmadura.id – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang ke 28 tingkat kabupaten. Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan bedug itu, diharapkan menjadi motivasi untuk membangun Pamekasan dengan nilai keislaman.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, ajang MTQ merupakan salah agenda wajib yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk menciptakan generasi Al-Qur’an, yang fashih dalam membaca dan mengamalkan isi kitab suci umat Islam tersebut.

Dikatakan Baddrut Tamam, MTQ tingkat kabupaten yang saat ini diikuti oleh 392 peserta dari 13 kecamatan, merupakan salah satu media untuk menanamkan menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, Pamekasan sebagai kabupaten dengan slogan Gerbang Salam, harus bisa menciptakan atmosfer keislaman, sehingga setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah selalu berpijak pada pondasi hukum Al-Qur’an.

“Semoga nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi tuntunan bagi aparatur pemerintahan dalam menjalankan amanah sebagai pelayanan masyarakat,” ucapnya. Selasa (2/10).

Disampaikan Baddrut Tamam, MTQ tingkat kabupaten yang bertujuan untuk menyeleksi qari-qariah terbaik daerah, diharapkan bisa mendukung program harapan pemerintah kabupaten, untuk menciptakan satu desa satu hafidz-hafidzah Al-Qur’an yang bisa membanggakan daerah,

Bahkan, dia sempat mewacanakan untuk memberikan khusus untuk memfasilitasi para hafidz-hafidzah di setiap desa, agar bisa memperoleh pendidikan setinggi-setingginya, tentungan dengan bantuan fasilitasi pemerintah kabupaten.

“Kami berkeyakinan bahwa hafidz-hafidzah memiliki kecerdasan yang tinggi dan lebih unggul dari generasi yang lain,” ujarnya.

Selain mendukung program MTQ, Baddrut menyampaikan jika pemerintah kabupaten telah menyusun langkah-langkah kebijakan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya santri yang berkeinginan kuat untuk menghafal Al-Qur’an, akan dibantu sesuai dengan kemampuan pemerintah kabupaten.

“Saya membayangkan jika ada satu saja hafidza-hafidzah di 178 desa yang bifasilitasi oleh pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (pin/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *