Bupati Bangkalan Instruksikan DLH Bangun TPS3R

  • Whatsapp
(FOTO: FERY FOR KM) PENINJAUAN: Bupati Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat pembuangan sementara (TPS) Pangeranan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN- Semrawutnya pengangkutan sampah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menjadi perhatian khusus Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Sebab keterlambatan pengangkutan sampah, mengganggu aktivitas masyarakat sekitar tempat pembuangan sementara (TPS).

Usia meninjau lokasi penumpukan sampah, orang nomor satu di Bangkalan ini langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menertibkan pengangkutan sampah di TPS dan membangun  tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R).

Bacaan Lainnya

“Ini sangat mengganggu masyarakat, terutama para pengendara yang melintas. Karena hampir seluruh badan jalan tertutup sampah. Jadi harus segera dan secepatnya diatasi oleh DLH,” tegasnya usai melihat kondisi TPS di Kelurahan Pejagan Bangkalan, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, TPS3R harus segera dibangun. Sehingga pengelolaan sampah bisa ditertibkan. Selain itu, dari lima TPS titik penumpukan sampah paling parah di Jalan Pertempuran Lebak. Di lokasi tersebut, kondisi sampah meluber dan menutup akses jalan.

“Saya sudah perintahkan, harus selesai permasalahan sampah ini. Setidaknya harus ada empat armada pengangkut yang siap mengangkut sampah, agar volume di masing-masing TPS tidak overload,” paparnya.

Pihaknya juga meminta, ada kerjasama dengan masyarakat dan lurah setempat demi menjaga kelestarian  lingkungan sekitar TPS. Lelaki yang kerap disapa Ra Latif ini berharap,  masyarakat tertib membuang sampah agar tidak terjadi penumpukan seperti sebelumnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Bangkalan Yudhistiro mengatakan,, sesuai perintah bupati sudah menyiapkan empat armada pengangkut sampah.

Dia memaparkan, terjadinya tumpukan sampah lantaran ketidakdisiplinan warga membuang sampah. Sehingga dampaknya cukup luar biasa terhadap pengguna jalan. Bahkan, selama tiga hari para petugas kebersihan bekerja ekstra untuk membersihkan gundukan sampah di jalan.

“Intinya jangan membuang sampah ke dalam depo. Banyak pembuang liar dari luar daerah TPS. Kemungkinan dibuang di luar jam buang sampah. Sampai saat ini kami belum mengetahui pelakunya,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *