Bupati Bangkalan Minta Masyarakat Sadar Laporan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat memberikan keterangan di SMPN 2 Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pelaksanaan kebijakan pengetatan testing, tracing, treatment (3T) di Bangkalan akan diberlakukan dengan melibatkan sektoral fasilitas pelayanan pemerintah. Pelayanan itu menggunakan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kecamatan, sekolah dan sektor pelayanan lainnya.

Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan dan pencapaian target tersebut, pemerintah daerah  menginginkan ada kesadaran masyarakat untuk melapor kepada satuan petugas (satgas) pencegahan atau juga tenaga kesehatan.

Bacaan Lainnya

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, menyesuaikan dengan Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021, bahwa Bangkalan ditarget untuk melakukan pengetatan 3T dengan capaian harian 2.115 orang.

“Ini akan segera kami lakukan, hanya tinggal mengkoordinasikan secara teknis saja,” terangnya.

Pihaknya merencanakan akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sektoral pelayanan. Seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah dan kecamatan. Sehingga untuk mencapai target tersebut lebih mudah.

“Saya kira pengetatan ini bisa direalisasikan kalau semua sektor bisa bekerja maksimal,” ulasnya.

Lelaki nomor satu di Bangkalan juga meminta masyarakat agar  turut berperan penting dalam program tersebut. Bahkan, juga meminta ikut andil untuk melaporkan riwayat interaksi jika ada korban yang terbukti terpapar Covid-19.

“Kalau warga nanti bisa sadar akan laporan itu, mereka artinya juga menyelamatkan diri sendiri,” terangnya.

Selain itu, melaporkan secara dini juga dianggap berpeluang besar untuk menyelamatkan pasien yang memang memiliki kondisi yang kurang baik saat terpapar Covid-19. Sehingga kematian bisa dikurangi dan ditekan jumlahnya.

“Saya harap masyarakat tidak takut, tidak mungkin rumah sakit atau puskesmas akan meng-Covid-kan,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menjelaskan, upaya 3T diharapkan bisa maksimal dengan tetap diberlakukannya penyekatan dan pengawasan di setiap wilayah. Cara ini diharapkan bisa membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Agus juga meyakini, kondisi kebijakan tersebut bisa efektif menekan angka penularan dan kematian. Sehingga, tidak lagi mempermudah penyebaran karena mobilitas keramaian sudah lumayan teratasi.

“Kalau terus begini, kami yakin kondisi kita akan berangsur membaik,” pungkasnya. (hel/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *