Bupati Bangkalan Perbolehkan Gelar Kegiatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PENERTIBAN: Para petugas melakukan giat operasi yustisi di Alun-Alun Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan terbebas dari zona dengan resiko tinggi penularan Covid-19. Dari 9 kabupaten atau kota di Jawa Timur (Jatim), status wilayah zona Bangkalan saat ini sudah berada di zona kuning atau dengan resiko penularan Covid-19 terbilang rendah. Sehingga, pembelajaran tatap muka (PTM) dan kegiatan keagamaan akan dilonggarkan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berjanji, akan memperbolehkan kegiatan keagamaan, hajatan dan layanan lainnya seperti pusat perbelanjaan. Meski kegiatan kerumunan dilonggarkan,  masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (protkes). Bahkan, harus selalu taat dan lebih disiplin menerapkan protkes.

Bacaan Lainnya

“Bukan berarti semua kegiatan boleh tidak menggunakan protkes, tapi tetap menerapkan protkes dengan disiplin,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, kegiatan keagamaan dan pusat perbelanjaan kembali dibuka dengan pengunjung 50 persen. Mengenai pemberlakukan jam malam yang sebelumnya diterapkan pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, belum bisa memastikan apakah akan dilonggarkan atau tidak.

“Kami akan koordinasikan dulu dengan pihak kepolisian dan dandim untuk pencabutan jam malam. Karena jam malam ini, untuk menghindari kerumunan pada jam batas yang telah ditentukan,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino mengungkapkan, kebijakan untuk jam malam merupakan wewenang Satgas Covid-19 Bangkalan untuk dilonggarkan atau tidak. Pihaknya hanya ikut membantu merealisasikan kebijakan tersebut. Seperti, melakukan operasi yustisi dan woro-woro setiap malam agar masyarakat dan pelaku usaha bisa tertib.

Menanggapi perubahan zona kuning di Bangkalan, AKBP Alith menuturkan, selama sebelum pemberlakukan PPKM level 4, masyarakat cenderung lebih patuh pada protkes. Kondisi itu, ditandai dengan menurunnya pelanggaran masyarakat dalam menerapkan protkes dan mengurangi kerumunan. Serta, meningkatnya masyarakat untuk melakukan vaksin.

“Meski sekarang sudah zona kuning, saya minta masyarakat untuk tidak euforia bahwa Bangkalan bebas dari Covid-19. Tetap pastikan menerapkan protkes dalam semua kegiatan dan waspada,” tuturnya.

Ditegaskan, selama belum ada pencabutan darurat wabah Covid-19, kegiatan operasi yustisi dan patroli malam mencegah kerumunan akan tetap dilakukan. Meski zona kuning, pihaknya tidak ingin lengah dengan melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan diluar batas aturan yang berlaku.

“Meski Bangkalan nanti zona hijau atau zona bening, tetap kami akan lakukan penegakan disiplin sampai status darurat Covid-19 benar-benar berakhir,” tegasnya.

Diketahui, setelah Bangkalan berzona kuning, penerapan PPKM diturunkan. Kini, Bangkalan masuk dalam penerapan PPKM Level 3. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan Urip Riyanto, mengaku  banyak masyarakat yang mulai sadar akan protkes selama PPKM berlangsung.

“Jika sebelumnya dalam operasi yustisi bisa ditemukan 10 hingga 20 orang yang melanggar protkes. Sekarang hanya empat orang dalam sehari,” bebernya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *