Bupati dan Rektor IAIN Madura Lakukan MoU Penyerahan Hibah Tanah 

Pendidikan23 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) tentang penambahan aset tanah dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Penambahan aset tanah itu dimaksudkan untuk pemenuhan syarat alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Penandatanganan dilaksanakan pada rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (3/1/2023). 

Rektor IAIN Madura Saiful Hadi dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersepakat saling bersinergi.

Menurut Rektor IAIN Madura Saiful Hadi, proses alih status IAIN Madura  menjadi UIN Madura sudah terpenuhi syaratnya. Istimewanya pada HAB ke-77, Pemkab Pamekasan menunjukkan dukungannya itu dalam percepatan alih status dengan menghibahkan aset tanah seluas 3,6 hektare kepada IAIN Madura.

“MOU itu penyerahan aset tanah hibah dari Pemkab Pamekasan kepada IAIN Madura dalam rangka mendukung keterpenuhan kekurangan persyaratan yang perlu dipenuhi oleh IAIN menuju alih status menjadi UIN,” paparnya, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga :  Satu SD di Sampang Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Jawa Timur

Setelah adanya hibah tersebut, Pemkab Pamekasan secara praktis masih ada kekurangan satu hektare untuk persyaratan secara umum. Sehingga pada tahun 2023 akan diambil kebijakan strategis untuk memenuhinya, supaya perubahan alih status bisa segera dicapai.

“Satu hektar ini merupakan tanggungan kami, nantinya bisa mengadakan sendiri, atau nanti Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bisa memiliki kepedulian, dan disuruh untuk mengajukan kembali, jadi begitu pernyataan beliau,” ulasnya.

 Diakuinya, secara umum untuk persyaratan alih status sudah terpenuhi, mulai dari kuantitas mahasiswa, yang minimal harus 4 ribu. Karena IAIN sudah mencapainya. Saat ini  sudah lebih dari 10 ribu mahasiswa yang dimiliki. 

Keterpenuhan guru besar, yang harus mencapai 4 orang, saat ini sudah dipenuhi 3 orang. Sedangkan 1 orangnya lainnya sudah bekerja sama dengan kelembagaan lain.

“Yang penting adalah kami mengajukan proses administrasi, atau nanti ada uji kelayakan dari kementerian, proposalnya sudah selesai diajukan, dan kami berharap menteri segera menerbitkan SK perubahan bentuk yang harus dilakukan secara sistemik,” jelas Saiful Hadi.

Baca Juga :  Disdikbud Pamekasan Lestarikan Bahasa Madura dengan Penyusunan Modul

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan bahwa dukungan untuk IAIN Madura sebagai ikhtiar melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga generasi masa depan mampu membekali diri dengan keilmuan yang diinginkan.

“Pemkab Pamekasan berkomitmen akan berkontribusi baik untuk generasi bangsa masa depan,” tuturnya.  

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *