oleh

Bupati Minta Disbudpar Cari Calon Pengawas Kios

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pasca serah terima kunci kios Stadion Kerapan Sapi R.P. Moh. Noer atau Stadion Skep, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta agar pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) segera mencarikan penyewa atau pedagang yang akan menempati kios-kios tersebut.

Orang nomor satu di Bangkalan ini menyampaikan,  berdasarkan keterangan dari pihak Disbudapar sendiri, kios-kios tersebut sudah ada yang menanyakan apakah disewakan atau tidak. Dirinya meminta, jika sudah ada yang menanyakan agar segera ditindaklanjuti.

“Setelah diserahkan saya harap segera ada yang mengisi dan segera dicarikan orang untuk mengisi (kios tersebut, red),” ujarnya.

Sehingga, setelah dicarikannya penyewa, setelah masa pemeliharaan 6 bulan langsung bisa ditempati. Usai serah terima tersebut juga, Ra Latif menyampaikan, sebenarnya ada rencana untuk mengisi kios-kios tersebut kepada Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kita berencana akan merelokasi PKL ke Skep juga. Semoga mereka nanti mau dan setuju untuk dipindahkan ke sana,” tambahnya.

Kios-kios tersebut, sebelumnya direncanakan akan diperuntukkan bagi masyarakat dan UKM/IKM yang ada di Bangkalan untuk menjual berbagai macam makanan dan minuman serta berbagai hasil kreasi dan souvenir khas Madura. Anggarannya pembangunannya sekitar Rp1,6 miliar. Di mana anggaran tersebut untuk pembangunan 20 kios dan toilet yang ada di stadion. Dari 20 kios tersebut, rencananya juga 10 kios untuk menjual cinderamata dan 10 kios lainnya untuk kuliner Bangkalan.

Kepala Disbudpar Moh. Hasan Faisol sendiri menerangkan, memang belum ada pedagang yang akan menempati kios-kios tersebut. Namun, dirinya saat ini mengaku tengah mempersiapkan proses dan mekanisme sewa kios. Baik mulai dari harga sewa hingga waktu kontraknya.

“Harganya masih kita bicarakan dengan Bappenda,” terangnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Subaidi berharap, dengan selesainya serah terima kunci kios tersebut, Disbudpar harus bisa jemput bola untuk penyewa kios. Sebab, retribusi yang masuk nantinya bisa dimasukkan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Retribusinya nanti bisa masuk ke pendapatan dan bisa memenuhi target PAD-nya,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed