Bupati Pamekasan Ajak PPPK Teladani Sifat Sabar Rasulullah SAW

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan-Di hadapan 246 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bercerita dirinya pernah jatuh bangun dan menerima berbagai cacian. Itu sebelum jadi seperti sekarang.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada seluruh PPPK untuk selalu meneladani sifat Nabi Muhammad SAW; selalu sabar dan tidak pernah mengeluh meski sering dicaci maki oleh orang-orang kala itu, dalam menyebarkan agama Islam.

“Rasulullah orang yang sangat dicintai oleh Allah. Bahkan, harus melalui beberapa proses. Mulai dari hinaan hingga ancaman pembunuhan. Tapi, dengan kesabaran dan ketekunan, beliau bisa menuai sukses yang luar biasa berkat pertolongan dari Allah serta berkat komitmen untuk terus melakukan perubahan yang luar biasa,” terang Bupati Pamekasan saat memberikan sambutan pada PPPK di Pendopo Agung Ronggosukowati, Senin (1/2/2021).

Menurutnya, kalau dulu daerah yang maju adalah daerah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, sekarang daerah yang maju adalah daerah yang mampu melakukan akselerasi, inovasi serta beberapa kreasi baru. Itu untuk bisa bersaing dengan kabupaten daerah dan daerah lain.

“Kita ini harus berubah. Kita harus berpikir antimainstrem positif yang mempunyai dampak bermanfaat bagi masyarakat banyak,’ lanjutnya.

Problematika yang sangat besar yang ada pada diri kebanyakan orang saat ini yakni sifat sombong; merasa orang lain tidak ada apa-apanya.

“Sifat sombong ini nantinya yang akan menjadi kendala untuk melakukan lompatan yang luar biasa. Maka dari itu, mari kita buang sifat sombong yang bisa menghambat orang melangkah lebih jauh lagi,” tambahnya.

Bupati meminta kepada seluruh peserta PPPK untuk selalu rendah hati; jangan gampang berpuas diri dengan apa yang saat ini mereka dapat. Karena perubahan yang besar harus dirancang serta dirumuskan agar bisa membangun publik, supaya bisa sampai pada cita-cita perubahan yang besar.

“Pamekasan Hebat menjadi spirit untuk bisa mengubah cara lama menjadi cara baru, model lama kita geser menjadi model yang terbaru. Kita ini perlu introspeksi diri seberapa besar kebaikan yang telah kita lakukan,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *