Bupati Pamekasan Bangun Tenda Temui Massa dan Rela Telat ke Sidang Paripurna

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) SERAP ASPIRASI: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menemui massa aksi di depan kantor bupati Pamekasan, Senin (21/9/2021).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pemandangan tidak biasa mewarnai kantor bupati Pamekasan. Puluhan massa aksi melakukan unjuk rasa di depan kantor bupati Pamekasan, Senin (20/9/2021). Unjuk rasa tersebut digelar atas dasar ketidakpuasan terhadap kinerja bupati Pamekasan, Baddrut Tamam selama tiga tahun memimpin.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tidak alergi menemui massa aksi. Bahkan uniknya, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dua periode itu menggelar tenda di depan Pendopo Agung Ronggosukowati, guna menyambut kedatangan massa aksi. Dia sudah duduk di bawah tenda sedari pukul 9.45 WIB, satu jam lebih awal sebelum massa aksi datang.

Bacaan Lainnya

Bahkan, demi menemui massa aksi dan mendengarkan secara langsung aspirasi mereka, bupati muda itu rela terlambat menghadiri sidang paripurna di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Sidang paripurna itu rencananya akan membahas penyampaian nota penjelasan bupati mengenai raperda perubahan APBD tahun 2021.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu mendengarkan aspirasi demonstran yang disampaikan secara bergantian. Dia didampingi oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto dan Komandan Kodim (Dandim) 0826 Pamekasan, Letkol Inf Tejo Baskoro beserta beberapa pejabat Pemkab Pamekasan.

Seusai mendengar semua aspirasi demonstran, pria yang akrab dipanggil Mas Tamam itu berjanji akan membawa semua aspirasi ke meja rapat penting di internal Pemkab Pamekasan. Dia akan mengevaluasi semua program yang selama ini telah berjalan. Tidak hanya itu, program yang dinilai masih kurang maksimal juga akan ditingkatkan.

“Saya berjanji akan membawa aspirasi ini dan akan kami bawa ke rapat penting,” ucapnya di hadapan seluruh massa aksi.

Namun, karena harus menghadiri undangan DPRD Pamekasan untuk mengikuti sidang paripurna, dia tidak menunggu sampai unjuk rasa rampung. Dia kemudian pergi meninggalkan massa. Karena sejatinya, dia harus sudah di kantor DPRD pukul 10.00 WIB. Sementara dia menemui massa aksi pukul 11.00 WIB.

Emosi massa aksi kemudian tersulut. Karena bupati tidak menunggu hingga unjuk rasa selesai. Massa ang sebelumnya dikabarkan akan berjumlah ribuan itu memilih diam di depan kantor bupati. Mereka menolak membubarkan diri sebelum bupati datang menemui mereka untuk kembali untuk berdialog di muka umum.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *