Bupati Pamekasan Bantah Harga Tembakau Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TIDAK MURAH: Harga tembakau petani di Pamekasan diakui tetap terjual sesuai BEP oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebagaimana regulasi yang berlaku.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menampik beredarnya informasi tentang rendahnya harga tembakau petani. Sebab usaha maksimal telah dilakukan agar membuat semua pihak, baik pabrik rokok maupun petani tembakau diuntungkan dalam proses tataniaga tembakau.

Menurutnya, setiap tahun didiskusikan perihal harga tembakau. Setiap tahun pula, tembakau menjadi isu paling seksi, hingga diwarnai aksi demonstrasi. Disebut pula bahwa hal itu sebagai dinamika tembakau dari tahun ke tahun. Karena itu, pihaknya berusaha agar pemerintah, petani dan gudang berkomitmen untuk tidak dirugikan.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah sebagai katalisator memfasilitasi bagaimana semua stakeholder itu tidak ada yang dirugikan, semuanya untung,” ujarnya.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur itu menampik informasi tembakau petani dibeli dengan harga di bawah break event point (BEP). Sebab pihaknya telah membangun tripartit, yakni gudang dan petani dan mengatur serta menerapakan regulasi yang ada.

Bahkan, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengaku telah mendiskusikan perihal tembakau dengan tiga komponen tripartit itu. Hasil diskusi itu menyatakan, tataniaga tembakau berjalan dengan baik dan harga tembakau telah sesuai dengan BEP yang ditetapkan. Kendati begitu, isu tembakau setiap tahun menurutnya akan terus bergulir.

“Dari tiga komponen ini, sudah dilakukan diskusi, dari pihak petani sudah sesuai dengan BEP, pabrikan juga. Alhamdulillah harga sudah sesuai BEP,” terangnya.

Sementara di lain pihak, Ketua Paguyuban Petani Tembakau Madura, Muhammad Munir mengungkapkan, telah terjadi diskrimnasi dalam praktik tataniaga tembakau. Pasalnya, tembakau pegunungan hasil produksi masyarakat pantai utara (pantura) yang seharusnya dibeli dengan harga tertinggi, justru banyak ditolak oleh pabrikan.

“Padahal tembakau milik masyarakat Pamekasan bagian selatan lancar saja masuk ke gudang. Kenapa tembakau pantura sulit,” ungkap Munir.

Sedangkan menurutnya, selama ini seluruh pihak mengakui, bahwa tembakau pantura menjadi tembakau dengan kualitas paling bagus, karena tumbuh di daerah pegunungan. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah trik permainan agar tembakau pantura dapat dibeli dengan harga di bawah BEP oleh pabrikan.

“Sepertinya sudah ada permainan yang targetnya bagaimana tembakau berkualitas menjadi tembakau dengan nilai jual rendah,” ujarnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *