Bupati Pamekasan Berhasil Membuat Menparekraf Sandiaga Uno Kagum

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) OPTIMIS: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat melakukan video conference bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Bupati Pamekasan Baddrut Tamam terus berkeyakinan bahwa tidak ada hasil luar biasa yang bisa dicapai dengan kinerja yang biasa-biasa saja. Karenanya, dia bekerja keras, tidak tanggung dalam mengawal lima program prioritasnya.

Kelima program prioritasnya itu disampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno melalui seminar virtual.yang diikuti oleh hampir ratusan pejabat mulai dari pemerintah pusat hingga kabupaten dan sejumlah pengamat dan pelaku ekonomi dan pariwisata.

Lima program prioritas itu antara lain,  pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Pria yang akrab dipanggil Mas Tamam itu membuat Sandiaga Uno terkagum-kagum. Pasalnya di bidang ekonomi, Mas Tamam mengaku menggunakan cara yang unik yang tidak pernah digunakan bupati lain di Indonesia, yaitu strategi desa tematik.

Dengan strategi ini, pihaknya akan membangun ekonomi Pamekasan dari bawah, yaitu dari desa-desa. Kemudian menjadikan konsep desa tematik sebagai destinasi wisata baru di Pamekasan yang mengandung beberapa potensi ekonomi dari desa-desa.

Pihaknya mengaku telah melatih anak-anak muda di desa agar memiliki potensi ekonomi. Kemudian mereka dibantu alat produksi dan bahkan diberi bantuan modal usaha. Kemudian dibantu pemasarannya, baik offline maupun online.

Maka nantinya, sektor wisata di Pamekasan akan semakin lengkap denga adanya objek wisata yang bisa disebut dengan kampung sepatu, kampung songkok, kampung sarung dan desa-desa lain dengan berbagai potensi yang bisa dikembangkan.

Menurutnya, Pamekasan telah memiliki 29 eduwisata yang ramah dan nyaman untuk dikunjungi. Tidak cukup di situ, pihaknya akan menyulap wajah Pendopo Ronggosukowati Pamekasan menjadi destinasi wisata bagi seluruh warga Pamekasan.

“Orang bisa datang ke Pendopo di hari-hari tertentu, bisa tahu tempat kerja bupatinya, bisa tahu fungsi-fungsi pendopo,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan menyulap pasar batik di Pamekasan sebagai pasar batik terbesar di Asia Tenggara menjadi sebuah objek eduwisata yang bisa dikembangkan. Dia berharap, suatu saat konsep desa tematik menjadi role model pembangunan di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkemajuan.

“Kami dorong bagaimana perputaran uang itu berputar di desa-desa dan dibeli oleh orang desa, pertumbuhan ekonominya ada di desa,” tukasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi dan kagum pada ide dan gagasan yang dimiliki bupati Pamekasan.

“Saya sangat terkesan dengan eduwisata garam. Saya terkesan, bagaimana eduwisata ini bisa dikemas dalam satu paket berwisata sekaligus pendidikan tentang asal usul garam,” ujarnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *