Bupati Pamekasan Buka Harapan 6 Ribu Lebih Pengrajin Batik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) MENAWAN: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama Putri Indonesia 2020 RR Ayu Maulida Putri dan Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elistianto Dardak memamerkan batik tulis Toket.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melaunching pagelaran Batik Toket Go Internasional yang diselenggarakan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pamekasan Hebat (Pahe) di Hotel Front One, Jalan Jokotole pada Sabtu (27/3/2021).

Acara dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Elistianto Dardak dan Putri Indonesia tahun 2020, RR Ayu Maulida Putri.

Cantiknya Arumi Bachsin Emil Elistianto Dardak serta RR Ayu Maulida Putri, semakin tampak menawan saat mengenakan baju batik Toket Pamekasan.

Baddrut Tamam yang didampingi oleh Ketua Dekranasda Pamekasan, Nayla Tamam di hadapan seluruh tamu yang hadir, termasuk Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah menaku optimistis menjadikan batik sebagai alat penggerak ekonomi di Pamekasan.

“Karena Pamekasan memiliki sekitar 6.250 orang yang menggantungkan nasibnya pada batik,” ungkap politisi PKB itu.

Dengan hadirnya Putri Indonesia, Badrrut berharap, batik Pamekasan bisa dipromosikan, bahkan dikenakan saat ajang Miss Universe di Amerika Serikat mendatang. Karenanya, dia mendoakan agar Ayu bisa membawa kemenangan untuk Indonesia dan Jawa Timur.

Lebih lanjut Baddrut Tamam mengatakan, batik menjadi salah satu potensi desa yang luar biasa di Pamekasan. Bahkan menurutnya, batik Pamekasan menjadi primadona banyak kalangan di Jawa Timur, Indonesia bahkan di kancah Internasional. Hal itu tidak lain karena kualitas serta motif yang tidak kalah bersaing dengan batik dari daerah lain di Indonesia.

“Kami berikhtiar untuk membawa batik tulis menjadi bagian dari batik tulis yang baik dan bisa membuat semua orang yang memakai batik kita semakin bahagia,” ujarnya.

Bupati dengan segudang penghargaan tersebut mengungkapkan telah berhasil mendorong dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui strategi desa tematik. Pihaknya telah melatih ribuan orang dalam setiap tahun. Harapannya tercipta desa kaya dan masyarakatnya sejahtera.

Karenanya, pihaknya mengajak kepada semua pihak agar terus bergandengan tangan supaya batik khas Pamekasan terus mampu bersaing dengan batik tulis lain di Indonesia. Sehingga, mimpinya untuk membangun Pamekasan dari bawah dapat terwujud melalui batik yang menjadi sumber ekonomi yang mengakar dari tingkat bawah.

“Alhamdulillah, mulai dulu tidak ada home industry sarung, peci. Sekarang sudah ada yang bisa buat sarung, peci dan beberapa kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *