Bupati Pamekasan Ingatkan Harus Edukatif dalam Sosialisasikan Realisasi DBHCHT

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DISKOMINFO FOR KM) BANGUN PEMAHAMAN: Pemkab Pamekasan terus gencarkan sosialisasi penekanan rokok ilegal, namun tetap dalam kerangka edukatif. 

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dalam realisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ingin agar sosialisasinya disampaikan secara edukatif, sehingga bisa menyadarkan masyarakat agar mengkonsumsi barang-barang yang legal.

Salah satunya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kantor Bea Cukai Madura melaksanakan  rapat monitoring dan evaluasi publikasi DBHCHT kepada wartawan, pengawas DBHCHT, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan perwakilan petani.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang digelar di Ballroom Mahameru Aria Gajayana Hotel, Kota  Malang tersebut juga menghadirkan sejumlah perwakilan  organisasi perangkat daerah (OPD) Pamekasan.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, keberadaan informasi menjadi sangat penting untuk disampaikan secara utuh kepada masyarakat. Sebab, berpengaruh besar terhadap pola pikir masyarakat dalam mempersepsikan kemajuan suatu daerah, begitu pula untuk persoalan penekanan rokok ilegal.

“Ayo kita bergandengan tangan, Pamekasan ini bukan milik saya, ayo sampaikan informasi yang edukatif, untuk menciptakan atmosfir yang positif dalam membangun Pamekasan,” paparnya di hadapan para jurnalis yang bertugas di wilayah Pamekasan tersebut.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Rapat Monitoring dan Evaluasi Publikasi DBHCHT Arief Rachmansyah menuturkan,  sosialisasi dan publikasi DBHCHT tahun 2021 berlandaskan pada Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 206/PMK.07/2020 Tentang Penggunaan Pemantauan dan Evaluasi DBHCHT dan beberapa regulasi lainnya.

“Rokok yang legal penyumbang devisa negara yang tertinggi, terutama di Pamekasan,”ujarnya.

Pria yang juga kepala Bidang (Kabid) Pengelola Media dan Komunikasi Publik Diskominfo Pamekasan itu menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah untuk menekan peredaran rokok ilegal dengan melibatkan para pelaku media.

Diketahui, mengonsumsi barang yang legal dapat menambah pendapatan negara, sehingga bisa berdampak  pada peningkatan kualitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan dan  mengurangi pengangguran.

“Upaya pengentasan rokok ilegal diharapkan dapat berjalan dengan baik,” ulas pria yang dikenal supel itu.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *