Bupati Pamekasan Maksimalkan Anggaran Rp62 M untuk Edukasi Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
(HUMAS PEMKAB PAMEKASAN) Bupati Maksimalkan Anggaran Rp62 M untuk Edukasi Penanganan Covid-19

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan memaksimalkan anggaran Rp62 miliar penanggulangan Covid-19 untuk mengedukasi masyarakar agar senantiasa menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hal itu juga sebagai penegas, bahwa Pemkab Pamekasan tidak akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBS) untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Pencegahan Covid-19 Pemkab Pamekasan Totok Hartono mengatakan, dana tersebut diusulkan oleh sejumlah instansi yang menangani wabah. Hasilnya, kata pria yang juga menjabat sekretaris daerah Kabupaten Paemkasan itu, Rp62 miliar anggaran tersebut diusulkan dan akan digunakan hingga bulan Oktober mendatang.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai ragam kegiatan penangulangan Covid-19, di antaranya untuk pembuatan ruangan isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP).

Dijelaskan, hingga saat ini lokasi yang akan digunakan untuk ruang isolasi bagi PDP belum ada kejelasan. Akan tetapi, pihaknya mengaku sudah ada sejumlah lokasi yang diusulkan untuk ruang isolasi PDP, salah satunya gedung islamic center.

“Ruang isolasi khusus tersebut bertujuan untuk memaksimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat, serta untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan,” tegasnya.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut belum cukup, apabila masyarakat tidak saling bersinergi untuk menghindari kegiatan dengan melibatkan banyak orang, serta mematuhi imbauan physical distancing dalam rangka meminimalisir penyebaran virus tersebut.

“Kami berharap masyarakat Pamekasan saling menyadari satu sama lain untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Membiasakan diri untuk menggunakan masker dalam rangka menjaga kesehatan dan melindungi diri dan orang lain dari kemungkinan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (km51/bri/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *