Bupati Pamekasan Minta Waspadai Kebangkitan PKI

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) INGATKAN: Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Nagara Bhakti Pamekasan, Kamis (1/10/2020) kemarin.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Meski terus berada di bawah tekanan wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak lupa untuk memperingati hari kesaktian pancasila. Meski dilakukan dengan sederhana, upacara hari kesaktian pancasila berjalan khidmat.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengingatkan kepada seluruh masyarakat, utamanya generasi muda untuk dapat merefleksikan hari kesaktian pancasila dengan produktivitas yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Bahkan, politikus PKB itu berharap, pendidikan wawasan pancasila di sekolah-sekolah terus ditingkatkan agar tercipta generasi yang mencintai negara secara utuh berikut ideologinya, yaitu pancasila.

Sarat akan sejarah pemberontakan terhadap negara, hari kesaktian pancasila pada 1 Oktober oleh Baddrut diartikan sebagai hari bersejarah yang mengandung kisah tragis yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan, dia mengungkapkan, bahwa pada tahun 1975 lalu, kakeknya terbunuh di tangan anggota PKI. Berdasar sejarah tersebut, Baddrut berharap masyarakat tidak termakan isu kebangkitan PKI. Sebab dirinya meyakini, PKI tidak akan bisa dengan mudah bangkit kembali di bumi nusantara.

“Embah saya itu pada tahun 1975 dibunuh PKI. Tapi anehnya, saya 12 kali dituduh PKI, coba bayangkan, bagaimana bisa,” ucapnya.

Namun demikian, mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur itu meminta masyarakat agar waspada terhadap kebangkitan PKI. Namun kewaspadaan tersebut tidak perlu disertai rasa khawatir, karena pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi PKI untuk bangkit.

Baddrut menegaskan, dirinya tidak menginginkan ada pertumpahan darah kembali sebagaimana yang sempat mencederai sejarah berdirinya bangsa ini. Ketimbang memikirkan indikasi bangkitnya PKI, dia memilih untuk berpikir produktif untuk kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

“Kami tidak ingin mencari musuh, tidak ingin kembali berperang menumpahkan darah. Lebih baik terus berusaha untuk kesejahteraan masyarakat Pamekasan,” ujarnya. (ali/pin/*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *