oleh

Bupati Pamekasan: Pengangguran Pemicu Tingginya Kasus Narkoba

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi atensi bagi pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Ironisnya, Jawa Timur menjadi provinsi yang memiliki jumlah kasus narkoba tertinggi kedua di Indonesia.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sangat menyayangkan tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur. Hal itu juga tidak terlepas dari tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Madura.

“Provinsi Jatim menjadi tertinggi kedua di Indonesia, dan itu karena Madura. Saya tidak sebutkan detail setiap kecamatan, tapi Madura secara umum,” ungkapnya, Kamis (1/10/2020).

Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan, faktor yang paling dominan yang menyebabkan orang-orang di Madura bersentuhan dengan narkoba, yaitu karena para pelaku penyalahgunaan narkoba tidak produktif, tidak memiliki kesibukan atau bisa dikatakan sebagai pengangguran.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berupaya untuk menghadirkan lapangan kerja seluas-luasnya dan membentuk wirausaha baru. Dengan program desa tematik, pihaknya berharap  bisa menekan angka kasus narkoba di Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, jika generasi muda disibukkan dengan pekerjaan dan memiliki penghasilan dari pekerjaannya, maka mereka akan berpikir untuk berbuat produktif sehingga tidak memiliki waktu untuk bersentuhan dengan narkoba.

“Makanya kami terus berusaha keras membangun wirausaha baru, agar masyarakat produktif dan bisa menjauhi narkoba,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Pamekasan Syafiuddin mengapresiasi langkah Bupati Baddrut Tamam. Menurutnya, program WUB merupakan buah dari pemikiran bupati visioner dan selalu updated dengan cara-cara baru yang produktif dan kreatif.

Pihaknya sebagai lembaga yang juga getol dalam memerangi narkoba merasa terbantu dengan adanya program WUB. Karena harapannya juga sama, yaitu tercipta wirausaha yang produktif sehingga tidak ada waktu untuk bersentuhan dengan narkoba.

Syafik (sapaan akrabnya) membenarkan, pada kenyataannya sejumlah kasus narkoba yang terjadi selama ini didominasi oleh faktor ekonomi dan pengangguran. Karena dalam praktiknya, narapidana narkotika tidak hanya ditangkap sebagai pemakai, namun juga banyak yang ditangkap karena mengedarkan tanpa memakai.

“Menurut saya itu langkah yang visioner, jadi banyak keuntungan yang kita dapatkan dari adanya WUB ini, tidak hanya ekonomi tapi juga bisa menjadi instrumen memberantas narkoba,” tukasnya. (ali/pin)

 

 

Komentar

News Feed