Bupati Pamekasan: Santri Harus Jadi Lokus Pembangunan

  • Bagikan
PERHATIAN PENUH: Wakil Bupati Pamekasan Raja’e melepas kirab santri dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) di lapangan Nagara Bhakti, Pamekasan, Selasa (22/10/19).

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengelar apel Hari Santri Nasional (HSN) dilapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepah Agung Ronggo Sukowati, Selasa (22/10/19).

Seusai apel bersama,kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil bupati Pamekasan Raja’e, kemudian dilanjutkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Harono, Kapolres Pamekasan Teguh Wibowo, Dandim 0826 Pamekasan M Effendi. Potongan tumpeng itu diberikan kepada para ulama yang mengikuti apel tersebut.

Para peserta apel yang didominasi santri tersebut, langsung mengikuti kirab HSN yang berangkatnya dilepas oleh Wabup Pamekasan Raja’e. Kirab mengambil rute awal dari lapangan Nagara Bhakti dam berakhir di area Monomen Arek Lancor.

Menurut Wabup Raja’e, santri harus menjadi lokus pengerak untuk pembangunan bangsa Indonesia.Sebab,keberadaan santri sangat berperan dalam mewujudkanterciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Santri juga harus menjadi lokus utama dari pembangunan dimasa-masa yang akan datang, karena potensi jika dieksplor bersama-sama, dan hari ini bisa kita laihat bahwa kekuatan santri ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Untuk memberikan perhatian penuh kepada kaum sarungan, khusunya di kabupaten berjuluk Gerbang Salam ini, dia berjanji, pada tahun 2020 mendatang akan memberikan beasiswa santri bagi yang kurang mampu.Diharapkan, mereka bisa merasakan pendidikan yang sepenuhnya dan berkontribusi pada masyarakat.

Mantan aktivis HMI ini juga berharap, santri tetap memberikan kontribusi yang sangat besar bagi NKRI. Sebab, eksistensinya di seantero pelosok negeri, sudah sangat diapresiasi oleh semua kalangan.

“Keberadaan santri luar biasa. Santri bagian dari fokus pembangunan masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Mantan kepala DesaBujur Barat itu juga menegaskan, rintangan dan tantangan para kaum santri saat ini sangat berat,karena selain wajib menebar perdamaian, mereka diharapkan mampu menangkal paham radikalisme dan narasi perpecahan yang bisa merusak kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga  Imbangi Tanggung Jawab Pengabdian dengan Olahraga

“Momentum berbahagia untuk menyebarkan perdamaian dan memberikan atensi luar biasa bagi tradisi peninggalan nenek moyang,” ungkapnya.

Melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional yang sudah ditetapkan setiap 22 Oktober sejak tahun 2015 oleh Presiden Jokowi, Raja’e berharap agar santri terus melakukan inovasi dan terobosan yang bisa menebus dunia.

“Semoga santri lebih inovatif dan kreatif serta bisa menjadi santri yang hebat,” pungkasanya. (rul/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan