Bupati Pamekasan Siapkan Target Empat Strategi Sukses MTQ XXIX Jatim

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID| PAMEKASAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXIX Jawa Timur di Pamekasan tinggal 30 hari lagi. Karenanya, segala persiapan semakin dimantapkan. Salah satunya adalah mengadakan rapat koordinasi lanjutan. Rapat lanjutan itu banyak membahas mengenai persiapan teknis even dua tahunan tersebut.

Dalam rapat yang dipimpin Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tersebut, melibatkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan kegiatan tersebut. 

Bacaan Lainnya

Bertempat di pringgitan dalam Pendopo Agung Ronggosukowati, Pamekasan, rapat diawali dengan pengarahan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan masing-masing kepala OPD, lalu ditanggapi bupati dan diputuskan hasilnya.

Saat pengarahan awal, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan empat hal yang perlu disukseskan dalam kegiatan itu, antara lain sukses menerapkan protokol kesehatan, sukses membangkitkan ekonomi, sukses dalam pelaksanaan dan sukses menjadikan MTQ sebagai perekat semua kabupaten dengan pondasi pembangunan berdasarkan nilai keagamaan.

Keinginan orang nomor 1 di kabupaten berjuluk Gerbang Salam itu, suksesi XXIX  tidak hanya di tataran birokrasi, namun tidak terlepas dari kerja sama semua lapisan masyarakat, legislatif, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

“Atmosfernya MTQ ini mudah-mudahan berkesesuaian dengan banyak hal, di antaranya, ada 300 sekian pesantren di Pamekasan, program beasiswa santri, pengembangan sumber daya yang dimitrakan dengan pesantren, tinggal bagaimana caranya empat sukses ini bisa tercapai,” paparnya, Senin (4/10/2021), usai melaksanakan rapat koordinasi.

Sedangkan dari hasil rapat tersebut, diputuskan beberapa strategi khusus dalam mensukseskan pelaksanaan MTQ. Pada bidang kesehatan, semua peserta wajib sudah divaksin dan menggunakan QR code. Pada pelaksanaannya, delegasi Pamekasan ditarget bisa meraih juara umum.

Sedangkan pada bidang perekonomian, bisa berdampak pada timbulnya transaksi jual beli yang produknya berasal dari pelatihan program wirausaha baru (WUB) dan produk usaha kecil menengah (UKM). 

“Yang akan bangga ketika sukses dalam pelaksanaan MTQ bukan hanya saya, tetapi seluruh masyarakat di kabupaten ini, oleh-oleh yang dibawa itu adalah kebaikan, cerita-cerita yang menginspirasi juga demikian,” pungkasnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *