Bupati Paparkan Kesuksesan Penanganan Stunting

  • Whatsapp
INOVATIF: Bupati Sumenep A Busyro Karim saat memaparkan penanganan stunting di Sumenep di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (2/7).

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bupati Sumenep A Busyro Karim hadir ke undangan rapat koordinasi (rakor) Teknis Program Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (2/7), sekaligus memberikan pemaparan tentang penanganan stunting di Sumenep.

Sumenep sendiri merupakan kabupaten dengan penurunan stunting tercepat se-Indonesia, dengan hasil 18,2 persen penurunan stunting. Sebab, persoalan stunting harus segera tertuntaskan di Indonesia. Hal itu sudah dilakukan di Sumenep.

“Sebab stunting adalah permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama, dan pada umumnya terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh badan,” jelas Buapati Sumenep A Busyro Karim.

Dalam rakor itu, politisi PKB itu memaparkan kesusksesan Sumenep dalam memerangi dan menurunkan angka penderita stunting. Dalam penjelasannya, bupati menuturkan beberapa data dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam memerangi dan mencegah stunting di kabupaten yang dipimpinnya.

Adapun data yang disampaikan, diantaranya adalah prevalensi stunting terjadi penurunan 18,2 persen dari tahun 2013 sebesar 52,5 persen dan di tahun 2018 menjadi 34,3 persen.

Pasalnya, penurunan stunting di Sumenep tidak lepas dari kerjas ama Pemkab Sumenep dengan stakeholder dan masyarakat dengan menggalakkan kegiatan-kegiatan inovatif.

Kegiatan-kegiatan inovatif tersebut, antara lain adalah sosialisasi pemanfaatan pekarangan dalam rangka penanaman cabbi peddhas yang bermanfaat mencegah amenia pada ibu hamil untuk peningkatan bayi, balita sehat dan cerdas.

Selain itu, pendampingan ibu hamil (bumil) KEK dan baduta; menyelenggarakan kelas bumil; membuat Satuan Tugas Peduli Stunting (Satgas Penting); membuat kelompok Gerakan Peduli Gizi (Geliz).

“Lalu, kami telah resmi melaunching kampanye cegah stunting di Pulau Oksigen Giliyang pada tanggal 12/11/2018 lalu, dan kegitan dimaksud semuanya dianggarkan dalam APBD Sumenep. APBD Sumenep telah diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di kecamatan, desa dan desa lokus Sumenep, lebih-lebih dukungan Dana Desa berpotensi besar mendukung percepatan penurunan stunting secara bermakna,” paparnya.

Mantan ketua DPRD dua periode itu juga mengatakan, Pemkab Sumenep telah membuat regulasi tentang stunting. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2019 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting, kemudian Surat Keputusan Bupati Nomor 188/89/KEP/435.012/2019 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting.

“Hal itu merupakan salah satu respon cepat Pemkab Sumenep dalam rangka mensukseskan program pemerintah,” ujarnya.

Diungkapkan bupati dua periode itu, kebijakan percepatan penanggulangan stunting sudah mulai menujukkan dukungan nyata dari stakeholder dan masyarakat Sumenep.

“Atas nama Pemkab Sumenep kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada stakeholder dan masyarakat Sumenep yang telah berupaya dan terlibat langsung dalam mensukseskan kegiatan penurunan stunting di Sumenep,” tambahnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *