Bupati Promosikan Bandara Trunojoyo Melalui Pameran Bonsai

  • Whatsapp
(FOTO: HUMAS PEMKAB FOR KM) DIAPRESIASI: Bupati Sumenep Achmad Fauzi sangat mendukung kegiatan pameran Bonsai di Bandara Trunojoyo Kelas III

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep cukup luar biasa dalam menggiring Sumenep lebih maju dan dapat bersaing dengan kabupaten lain. Terbukti, Bupati Sumenep mampu mempromosikan Bandara Trunojoyo melalui Pameran Nasional (Panmas) Bonsai.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi menegaskan, potensi bonsai di Sumenep sangat menjanjikan. Sehingga, bonsai sudah selayaknya wajib dieksplor kembali. Serta harus dipelihara dan ada klasifikasi khusus untuk pemeliharaan bonsai di Kota Keris itu.

Pelaksanaan acara Pamnas 2021 di halaman selatan Bandara Trunojoyo Kelas III terminal II itu karena Bandara Trunojoyo itu belum beroperasi. Sehingga, kegiatan itu sebagai upaya mempromosikan bandara di Kota Keris tersebut.

“Kami ingin juga menunjukkan bahwa di Sumenep ada Bandara. Sehingga ketika melaksanakan pameran pada tahun berikutnya. Peserta bisa menggunakan pesawat ketika ingin ke Sumenep. Misalnya, dari Palembang, Lampung, Serang. Event pameran bonsai nasional 2021 saat ini peserta datang dari Jawa Barat, Jakarta, Banten dan lainnya,” ujarnya.

Pelaksanaan pembukaan Panmas Bonsai tersebut juga dalam rangka semarak Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Sumenep yang ke- 752. Harapannya, Kabupaten Sumenep semakin maju dari berbagai potensi.

Termasuk potensi merawat bonsai agar semakin cinta akan lingkungan. Selain itu bernilai keindahan. “Komitmen kepada semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan juga sangat penting,” paparnya.

Bupati menambahkan, Sumenep merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki hamparan hutan cemara udang yang indah, dan sangat potensial untuk dijadikan bonsai. Potensi alam itu yang harus dimanfaatkan dengan baik tanpa harus mengorbankan lingkungan sekitar.

“Kita tidak ingin mengorbankan sesuatu yang lebih besar yang dampaknya juga besar bagi masyarakat, seperti timbulnya bencana akibat kelalaian manusia,” ucap pria yang akrab disapa Fauzi itu.

Bupati mengapresiasi kegiatan pameran tersebut. Sebab, kegiatan itu memiliki banyak nilai positif. Sebab, seni keindahan dan hobi merawat bonsai jika ditekuni dengan serius, pasti hasilnya dapat menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat.

“Semoga masyarakat Sumenep juga dapat menekuni seni keindahan dari bonsai,” tukasnya.

Ketua Panitia Lomba Sumekar Bonsai Kontes Sabariyanto mengatakan, lomba bonsai untuk mengenalkan bonsai cemara udang. Di mana bonsai itu merupakan ciri khas bonsai Sumenep yang memang sudah melegenda di dunia.

“Sumekar bonsai kontes dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 31 Oktober 2021 yang dipusatkan di halaman parkiran Bandara Trunojoyo Sumenep,” ucap dia

Diakatakannya, sebanyak 678 peserta dari segala penjuru ikut dalam pameran dan kontes bonsai tersebut. Terutama dari Banyuwangi, Bali, Ciamis, juga ada dari Padang. Mereka sangat antusias sekali dengan adanya kontes pada perayaan Harjad Kabupaten Sumenep yang ke 752 ini.

“Dalam kontestasi bonsai ini ada beragam kelas yang dilombakan. Mulai dari kelas bintang atau kelas utama dengan 30 kontestan. Dari 30 peserta itu nantinya akan diambil 10 besar,”pungkasnya

Reporter: Imam Mahdi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *