oleh

Bupati Sampang Janjikan Perbaikan pada 2021

Kabarmadura.id/Sampang-Keberadaan jalan poros desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Sampang yang dibiarkan rusak parah, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi turun langsung ke lokasi jalan di Dusun Kolla, Desa Batuporo Timur, Senin (13/1/2020) kemarin.

Saat meninjau lokasi, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi berjanji akan segera menindaklanjuti hasil survey yang dilakukannya. Diungkapkannya, Pemkab Sampang mempunyai program betonisasi dari Kedungdung – Bringkoning. Pihaknya menekankan ada sinergitas program antara pemerintah daerah dan provinsi serta pusat.

“Tentunya, kalau kita lihat kondisi jalan yang rusak parah ini, adalah bukti nyata bahwa tidak ada sinergi program yang dialokasikan dari Pemkab Sampang dengan provinsi,” terangnya.

Pria yang akrab disapa H. Idi itu sangat menyayangkan, jika melihat kondisi bahu jalan, antara sisi kanan dan kiri jalan ada tebing, sehingga yang terjadi saat ini jalan malah menjadi drainase, yang menyebabkan jalan bisa seperti sawah.

Pihaknya berjanji, akan melakukan pemanggilan seluruh camat dari 14 kecamatan dan lurah, agar kedepannya bisa membuat program yang bersinergi antara pemangku kepentingan, baik program dari pemerintah provinsi dan daerah, tujuannya agar tidak ada yang dikorbankan dan disalahkan.

“Kalau seperti sekarang ini, kita turun ke desa-desa, kita yang dikorbankan sebagai pemerintah daerah oleh kepentingan program dari provinsi, yakni pokmas ini,” kesalnya.

Untuk itu, H. Idi mengajak pemangku kepentingan untuk membangun sinergitas. Pihaknya tidak menutup kemungkinan terhadap siapa saja yang akan membawa program ke Kota Bahari itu. Bahkan pihaknya bersedia menyiapkan lokasi dan ruangnya, dengan catatan, program itu bisa disinergikan dengan program-program Pemerintah Sampang.

“Kami saat ini fokus pada jalan kabupaten, tetapi untuk jalan poros Desa Batoporo Timur ini, kemungkinan masih akan diprogramkan tahun 2021 mendatang,” tukasnya.

Sambung politis Nasdem itu, untuk program betonisasi dari Kedungdung sampai Bringkoning, ditargetkan selesai tahun ini. Hal itu sebagai bentuk kerja nyata, bahwa pemerintah daerah dalam membuat program berdasarkan asas manfaat, bukan berdasarkan akal-akalan atau hanya ingin meraup keuntungan demi kepentingan pribadi atau golongan.

“Secara perencanaan sebenarnya sudah matang, tetapi perencanaan dari provinsi yang kita permasalahkan, karena tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah, contoh kasusnya seperti yang kita datangi ini, dibangun tebing di kanan-kirinya yang lebih tinggi dari jalan, sehingga jalan digenangi air seperti ini,” pungkasnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed