Bupati Sampang Pastikan Nenek Nur Hayati Tercover Bansos

  • Whatsapp
(KM/IST FOR KM) GERAM: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat berkunjung warga kurang mampu yang tidak tercover bansos.

Kabarmadura.id/Sampang-Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, mengaku sempat kecewa lantaran masih menjumpai warga kurang mampu luput dari pendataan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial dari pemerintah.

Hal itu disampaikan, saat dirinya menemui nenek Nur Hayati (80). Warga Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Sampang itu, selama tidak pernah menerima bansos dari pemerintah, termasuk bantuan pangan non tunai (BPNT).

Bacaan Lainnya

Padahal jika melihat kondisi nenek lanjut usia (lansi) yang hanya tinggal bersama anaknya di sebuah rumah yang tidak layak huni itu, pemerintah desa harusnya proaktif mengawal hak nenek yang juga menderita kelumpuhan menahun tersebut.

“Ketika kami turun ke desa-desa, secara tidak sengaja kami mengetahui secara langsung keadaan nenek Nur Hayati yang sangat memprihatinkan ini. Yang jelas kami sangat kesal dan kecewa, karena nenek ini tidak menjadi KPM bansos pemerintah, kami minta OPD terkait untuk mendata dan mengajukan nenek ni menjadi KPM bansos,” ucap H. Slamet Junaidi kepada Kabar Madura, Minggu (3/5/2020).

Dirinya mengaku, sedih dan kecewa, karena masih ada warga di Kota Bahari yang hidup di bawah garis kemiskinan, tapi tidak pernah menerima bansos atau BPNT. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan berupaya melakukan pendataan dan validasi data KPM bansos, agar warga yang benar-benar berhak menerima bansos pemerintah tersebut.

Khusus untuk kasus nenek Nur Hayati, dirinya meminta agar pemerintah desa untuk mengajukan nenek tersebut ke Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, agar nenek Nur Hayati masuk dalam data KPM bansos.

Bahkan pihaknya juga meminta instansi terkait, untuk memasukkan nenek Nur Hayati dalam data warga penerima program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Melihat realitas seorang nenek lanjut usia, tidak tersentuh bansos PKH atau BPNT ini. Saya kaget dan heran, selama ini aparat desa dan petugas sosial kok bisa tidak tahu atau sengaja tidak melaporkan kalau ada warga miskin yang tidak menerima bantuan,” ungkap politisi Partai Nasdem itu.

Pria yang akrab disapa Aba Idi itu membeberkan, manakala masih ada kendala administrasi kependudukan dengan yang bersangkutan sehingga kesulitan mendapatkan bantuan. Maka pihaknya akan meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang, untuk ikut turun ke bawah, guna melakukan pelayanan administrasi kependudukan terhadap lansia yang sangat butuh bantuan itu.

“Ke depan kami minta para aparatur desa untuk selalu up date data warga yang layak dan memenuhi persyaratan sebagai penerima bansos dari pemerintah, jangan sampai ada warga kurang mampu yang dibiarkan tidak mendapatkan bansos, kami harap kejadian seperti nenek Nur Hayati ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *