Bupati Sampang Pastikan Tahun 2021 Kembali Fokuskan Infrastruktur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KOMITMEN: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sejak awal menjabat telah fokus peningkatan infastruktur, sehingga hambatan di 2020 akan diselesaikan di 2021.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Pada tahun 2021 ini, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa masih fokus dalam peningkatan infastruktur. Rencana itu disampaikan dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sampang Tahun 2022 di Kecamatan Pengarengan.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya mengatakan, sejak mulai menjabat bupati, memang fokus pada peningkatan infastruktur. Namun, setelah dilanda wabah Covid-19, rencana tersebut tersendat, bahkan sebagian tidak dapat dilaksanakan. Sebab, anggarannya diarahkan untuk penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hal itu juga berdampak pada semua desa, termasuk di Kecamatan Pengarengan. Sebab, penggunaan DD yang mulanya untuk peningkatan infastruktur, harus direalokasikan untuk penanganan Covid-19, dan itu terjadi hingga tahun 2021 ini.

“Postur APBD kita tidak mencukupi, karena kena refokusing 50 persen. Yang jelas nanti untuk peningkatan infastruktur harus giliran,” tuturnyadi Aula Kantor Kecamatan Pengarengan. Selasa (16/2/2021).

Dalam Musrenbang yang dihadiri Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, kepala OPD, Forkopimcam Pengarengan, kepala desa, tokoh agama serta tokoh masyarakat tersebut, juga ditegaskan akan terus dicarikan anggarandemi meningkatkan infastruktur, baik dari kementerian bahkan dari pemerintah provinsi.

Sebab, hingga saat ini memang masih banyak infastruktur, khusunya di padesaan yang harus diperbaiki.

“Kami sebagai kepala daerah akan terus mencarikan pos anggaran untuk meningkatkan infastruktur di Sampang,” imbuh bupati yang akrab disapa Haji Idi itu.

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat desa, Haji Idi berjanji dengan mendroping mobil kesehatan kepada semua desa, terlebih ditengah wabah Covid-19.

Namun ditegaskan pula, pemerintah desa harus ada komunikasi yang intens. Sehingga, ketika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, harus didatangi. Dan itu berlaku pada petugas kesehatan tingkat puskesmas.

“Mungkin tahun ini akan terealisasi. Jadi nanti wajib hukumnya petugas itu jemput bola. Agar tidak seenaknya menunggu dikantor,” pungkasnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *