oleh

Bupati Sampang Pimpin Apel Parade dan Kirab Kebangsaan

Kabarmadura.id/Sampang-Bupati Sampang H. Slamet Junaidi memimpin Apel Parade dan Kirab Kebangsaan Merah Putih, Minggu (9/2/2020). Kirab tersebut, dimulai dari depan Taman Makam Pahlawan (TMP) menuju Alun-alun Wijaya Kusuma Kota Sampang.

Sebelumnga, orang nomor satu di Sampang itu melakukan Apel Ziarah di makam para pahlawan, yang merupakan tajuk dari Parade dan Kirab Kebangsaan ini.

Parade dan Kirab Kebangsaan Merah Putih yang digelar oleh Polres Sampang dengan membawa bendera merah putih ukuran 500 x 12 meter. Hal itu dalam rangka silaturahmi kebangsaan dan sebagai simbol dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, peserta kirab berasal dari kalangan pelajar, santri, Pramuka, Karang Taruna, organisasi keagamaan, hingga TNI dan Polri, dengan jumlah 1.000 peserta.

Dengan penuh semangat, ribuan peserta mengarak bendera merah putih sejauh 2 kilometer, dan peserta membuat barisan panjang ketika bendera dibentangkan, sambil menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Gelaran kegiatan itu dibagi dalam empat segmen, yaitu ziarah kubur di TMP, parade kebangsaan, kirab kebangsaan, dan tabligh akbar.

Selain itu, AKBP Didit juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut, termasuk sinergi bersama Kodim 0828 Sampang dan Pemkab Sampang.

“Tujuan kami agar mempererat seluruh elemen, mengisi ruang kemerdekaan yakni menjaga permasalahan-permasalahan apapun agar tidak berdampak terhadap kamtibmas dan menimbulkan potensi konflik,” imbuhnya

Sementara Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan, Apel Kebangsaan Merah Putih sebagai wujud kasiapsiagaan untuk merawat dan menjaga eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karenanya, melalui Parade dan kirab Kebangsaan ini mari kita tumbuhkan kesadaran komitmen dan aksi nyata kebangsaan kita,” ungkapnya.

Selain itu, melalui parade dan kirab kebangsaan ini dapat mengajak dan menjaga kerukunan dan persatuan sebagai respon kondisi bangsa yang sedang menghadapi persoalan.

“Seperti maraknya hoaks ujar kebencian polarisasi intoleran mari kita menjadi bagian dari gerakan damai yang berorentasi pada speed modern Islam di Indonesia, kita suarakan dan tebarkan perdamaian di mana pun dan kepada siapa pun bersama kita. Rawat  bangsa ini demi anak cucu kita nanti,” tutupnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed