oleh

Bupati Sampang Resmikan Laboratorium PCR

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pemerintah Kabupaten (Sampang) berkomitmen terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, utamanya dalam upaya penanganan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Pasalnya, untuk bisa mengetahui hasil swab test pasien,selama ini harus menunggu dan antre hingga belasan hari lamanya.

Untuk bisa memaksimalkan dan mempercepat pelayanan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi meresmikan LaboratoriumPolymerase Chain Reaction (PCR) RSUD Mohammad Zyn Sampang.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menuturkan, alat PCR itu merupakan bantuan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang difasilitasi olehKementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Seyogyanya, sejak awal adanya wabah itu, Pemkab Sampang sudah rencana melakukan pengadaan alat PCR melalui dana APBD, tetapi dibatalkan.Sebab, harga untuk alat itu yang tergolong mahal. Untuk itu, dirinya mencoba berkomunikasi langsung dengan Menkopolhukam Mahfud MD agar bisa dibantu, dan akhir Sampang mendapat hibah alat PCR tersebut.

“Tentunya, kami patut berterima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan hibah alat PCR ini untuk operasional di RSUD saat ini,” kata pria yang akrab disapa Aba Idi tersebut.

Setelah meresmikan laboratorium PCR RSUD Sampang, mantan anggota DPR RI berkeyakinan, alat tersebut sangat membantu masyarakat Sampang, bahkan Madura pada umumnya.

Sambung dia, bantuan hibah PCR itu harus dirawat secara optimal dan SDM yang ditugaskan harus betul-betul profesional. Sebab, dirinya harus mempertanggungjawabkan kepada pemerintah pusat.

“Dengan dioperasikannya PCR ini, hasil uji swab pasien Covid-19 bisa rampung tidak lebih dari tiga hari kerja. Dan kami minta ibu Direktur (Direktur RSUD Mohammad Zyn Sampang dr. Titin Hamidah)wajib merawat dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pelayanan kepala masyarakatterus lebih baik,” pintanya.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Mohammad Zyn Sampang dr. Titin Hamidah mengatakan, untuk pengoperasian bantuan hibah alat PCR itu, terlebih dahulu harus mempersiapkan fisik selama 5 pekan.

Persiapan yang dimaksud, yakni menyiapkan lokasi laboratorium PCR, pemenuhan fasilitas pendukung, baik berupa alat kesehatan maupun bahan habis pakai, untuk mendukung proses oprasional PCR tersebut.

“Kami terlebih dahulu mempersiapkan SDM, para analis yang sudah dibekali training, sehingga kami yakin bisa mengoprasional PCR ini secara maksimal.Setelah kami mendapatkan PCR ini, otomatis RSUDmenjadi jejaring rujukan laboratorium PCR untuk Covid-19 secara nasional,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Pj sekretaris daerah, sejumlah pimpinan OPD, para tenaga medis. Peresmian Laboratorium PCR itu, ditandai dengan proses gunting pita yang menandakan alat PCR itu siap operasikan dalam melayani test swab pasien wabah Covid-19, pada Senin (10/08/2020).(sub/waw)

Komentar

News Feed