Bupati Sampang Sentil OPD Tanpa Inovasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) BANYAK BERGANTUNG: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sebut organisasi perangkat daerah (OPD) tidak mempunyai program inovasi perlu dipertanyakan kinerjanya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sentil organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak mempunyai program inovasi untuk memajukan Sampang.

Menurut pria dengan sapaan Haji Idi ini, untuk memajukan suatu daerah, harus menyatukan persepsi dari semua OPD, dengan cara harus terbangun keselarasan dan kesadaran dari masing-masing OPD. Namun realitanya, ungkapnya, banyak OPD yang mengedepankan ego sektoral.

Bacaan Lainnya

“Sinergitas antar OPD serta struktur di OPD itu harus terbangun untuk memajukan Sampang, dan harus membuat program inovasi. Karena, OPD ini pundak untuk memajukan suatu daerah,” kata Bupati Sampang, H. Slamet Junadi, Minggu (6/6/21).

Jika seluruh OPD tidak punya inovasi, ditegaskannya, maka OPD tersebut tidak punya pemikiran untuk memajukan Sampang. Sebab, dari jumlah OPD yang ada baru, beberapa OPD yang sudah membuat program inovasi. Padahal, membuat program inovasi, terutama 5 program inovasi, sudah diinstruksikan dan ditekankan sejak awal menjabat jadi bupati Sampang.

Untuk 14 kecamatan di Sampang, disebut baru satu kecamatan yang sudah membuat inovasi, yakni Kecamatan Pengarengan.

“Untuk OPD hanya beberapa yang sudah punya inovasi, dan Kecamatan Pengarengan. Ke mana OPD dan camat yang tidak punya inovasi, jika tidak bisa berbuat untuk Sampang, kenapa tinggal di Sampang,” tegas politisi Partai Nasdem itu.

Kendati demikian, imbuh Haji Idi, mambangun Sampang tidak hanya di pundak jajaran OPD, bupati atau wakil bupati dan forkopimda, melainkan menjadi kesadaran dan keinginan bersama.

Dikatakannya, membuat inovasi ini sangat mudah, tinggal OPD tersebut mempunyai keinginan atau tidak untuk memajukan Sampang. Sebab, inovasi itu merupakam hasil memikiran yang dituangkan menjadi program.

Selain itu, mantan anggota DPR RI menyebut, bagian dari inovasi itu merupakan hasil evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, di tahun berikutnya membuat program inovasi yang lebih bermanfaat kepada masyarakat Sampang.

Selain kurang produktif, struktur OPD dinilai ada konflik internal, seperti kepala seksi (kasi), kepala bidang (bidang) dan kepala dinasnya (kadis). Sehingga dia berharap semuanya tidak memposisikan diri sebagai pejabat, tapi sebagai pelayan masyarakat.

“Inovasi ini merupakan hasil pemikiran yang dituangkan dan diberikan nama program. Semisal terkait infrastruktur, peningkatan IPM. Jadi, kalau OPD tidak punya inovasi hasil pemikirannya sendiri apa yang akan diperbuat untuk Sampang,” tegas Haji Idi.

“Inilah bupati, mau tidur bawa masalah, bangun tidur ketemu dengan masalah. Kedua, banyak intervensi, termasuk bagaimana permainan OPD,” tandasnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *