oleh

Bupati Serahkan Pengelolaan SGMRP ke Madura United

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akhirnya memperjelas pengelolaan stadion yang berada di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan. Selain itu, juga mengubah nama stadion dari Stadion Gelora Ratu Pamelingan menjadi Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Pengelolaan dan perubahan nama stadion tersebut, diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dengan Presiden Club Madura United (MU) Achsanul Qosasi (AQ), Sabtu malam (6/4).

Di hadapan belasan ribu penonton Madura United vs Persebaya, peresmian pengelolaan seklaigus perubahan nama stadion ditandai dengan bunyi sirine. Perubahan itu, sontak disambut antusias oleh penggemar sepak bola yang sekaligus suporter Madura United yang akan menyaksikan pertandingan Madura United vs Persebaya Surabaya.

Seusai MoU, Bupati Pamekasan Badrut Tamam kepada sjumlah awak media mengatakan, pengelolaan stadion sangat penting. Sebab, Kabupaten Pamekasan merupakan daerah karesidenan. Selain itu, stadion sering dipakai untuk kegiatan sepak bola.

Sementara, alasan memilih Madura United sebagai pengelola, karena klub tersebut sudah memiliki nama besar dan sudah beberapa tahun terakhir berkompetisi di level liga tertinggi di Indonesia.

“Kesepakatan ini terjadi karena Madura United merupakan club besar dan pemerintah merasa penting bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) (perusahaan pengelola Madura United),” ujarnya di arena VVIP stadion.

Badrut menjelaskan terdapat beberapa tujuan utama pengelolaan sbtadion dipihakketigakan, salah satunya memperjelas sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari stadion tersebut. Serta menjadikan stadion semakin bagus dengan pengelolaan yang profesional.

“Dengan demikian, melalui kerja sama tersebut, PAD kami lebih pasti, dan itu akan kami evaluasi setiap tahun selama lima tahun. Kalau misalkan ada club yang ingin menggunakan stadion bisa ke Madura United dan pemkab,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Club Madura United Achsanul Qosasi berjanji akan mengoptimalkan pengelolaan stadion dengan baik. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan dan menghasilkan manfaat.

“Kami diberi amanah untuk mengelola stadion ini dengan memberikan pelayanan yang terbaik  agar menjadi stadarisasi satdion yang baik pula ke depan,” janjinya.

Pria yang terkenal dengan sapaan AQ ini menjelaskan, standarisasi stadion yang baik yakni berstandar national. Berupa standart Asian Football Confendaration (AFC). Sehingga pengelolaan stadion perlu dioptimalkan.

“Pengelolaan stadion merupakan amanah yang sangat luar biasa. Banyak yang harus dibenahi untuk stadarisasi tingkat AFC, salah satunya akses disabilitas, lintasan, panel kursi, papan score akan kami ubah,” jelasnya.

Beberapa pembenahan tersebut merupakan objek utama yang harus digarap dalam satu tahun ke depan. Sedangkan mengenai simbol dan pernak-pernik di stadion, tidak akan diubah selama masuk standarisasi nasional.

“Kecuali apa yang kami ubah itu memenuhi syarat kriteria untuk dijadikan stadion berstandar nasional. Jadi kami akan mengajak beberapa pihak dalam hal ini sponsor, untuk bersama-sama mengelola stadion ini,” jelasnya.

AQ menegaskan, Madura United saat ini sedang mengejar gelar juara, agar menjadi salah satu klub yang bisa masuk kompetisi AFC atau tingkat liga champion Asia. (ito/waw)

 

Komentar

News Feed