oleh

Bupati Sumenep Jadikan Kepulauan Tolok Ukur Suksesnya Pembangunan

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pelaksanaan Safari Kepulauan mulai Senin (14/9) hingga Jumat (18/9/2020), menjadi jadwal tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, sekaligus sebagai penanda untuk membuktikan kinerjanya.

Kendati masih di masa mewabahnya Covid-19, aktivitas yang dikemas dalam bentuk kunjungan kerja (kunker) itu, tetap tidak mengabaikan instruksi pemerintah pusat agar mematuhi protokol kesehatan, bahkan telah menjadi pertimbangan sejak awal.

Di sela-sela kunjungannya, Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim menyampaikan, aktivitas tahunan itu sebagai bukti dirinya tidak tidur, apalagi letak geografis yang memang terpisah, mengharuskannya lebih kreatif mengatur waktu. Apalagi banyak faktor yang memicu beragam makna dari publik.

Faktor yang dimaksud di antaranya, harus disesuaikan dengan kondisi alam, terlebih akses ke kepulauan tidak terlalu mudah.

“Ini bukti kami berkerja, tidak tidur. Di ujung tugas memimpin Sumenep menjadi alasan utama mengapa seluruh program, khususnya di kepulauan bisa tuntas, maka kami pantau, kami datangi,” katanya, Kamis (17/9/2020).

Terlebih, di masa mewabahnya Covid-19 ini, seluruh aktivitas diuji, kebetulan saat ini sudah ada instruksi pola kehidupan yaitu new normal, yang dalam seluruh aktivitas sudah mulai direkomendasikan dengan catatan sesuai protokol kesehatan.

Bupati dua periode itu memaklumi, banyak prasangka lain, termasuk dikait-kaitkan dengan momentum politik. Namun sebagai pelayan masyarakat, sangat rentan bisa berada di situasi serba salah. Dan hal itu sesuatu yang wajar dalam sebuah kepemimpinan.

Politisi senior PKB itu juga menyampaikan, yang terpenting prinsip dalam memimpin Kota Keris ini dapat terwujud, yaitu dengan implementasi kerja nyata, dalam melayani masyarakat hingga berbagai daerah di Sumenep ini.

“Memang tabiatnya pemimpin, sebaik apapun, misalnya Khalifah Umar bin Khattab, beliau kurang apa, Sayyidina Ustman, begitu Sayyidina Ali, tetap dinilai yang bukan-bukan, dan itu memang situasi yang lumrah, satu kali lagi, yang terpenting kami bekerja,” imbuhnya.

Da berharap, di ujung masa kepemimpinannya di Sumenep, seluruh rencana dapat terealisasi, sehingga tidak ada utang janji, terlebih pada masyarakat kepulauan yang memang 60 persen pembangunan atau anggaraan dialokasikannya.

Kegiatan rutinitas tahunan bersama jajaran OPD dan badan usaha milik Sumenep tersebut, mengunjungi enam kecamatan, yakni Kecamatan Gayam, Nonggunong, Ra’as, Arjasa, Kangayan, dan Kecamatan Sapeken.

“Intinya ini bukti kami berkerja, tidak tidur,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed